Nasional

Gus Ulil: Lakpesdam PBNU Lahir dari Visi Pembaruan Gus Dur

Selasa, 7 April 2026 | 19:15 WIB

Gus Ulil: Lakpesdam PBNU Lahir dari Visi Pembaruan Gus Dur

Ketua PBNU Gus Ulil Abshar Abdalla dalam acara peringatan Hari Lahir Ke-41 Lakpesdam di Plaza Gedung PBNU, Jakarta, pada Selasa (7/4/2026). (Foto: NU Online/Suwitno)

Jakarta, NU Online

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ulil Abshar Abdalla (Gus Ulil) menyampaikan bahwa Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) memiliki posisi yang istimewa di antara lembaga-lembaga di PBNU.


Ia menjelaskan, Lakpesdam merupakan salah satu lembaga yang secara khusus digagas oleh Abdurrahman Wahid saat pertama kali terpilih sebagai Ketua Umum PBNU dalam Muktamar Ke-27 NU.


“Salah satu (visi) gagasan Gus Dur ketika menuju Situbondo lalu terpilih sebagai ketua umum adalah ingin melakukan pembaruan di NU dengan cara mengundang kembali teman-teman aktivis NU yang bertebaran di mana-mana, bekerja di berbagai lembaga donor dan NGO internasional maupun domestik, untuk kembali ke NU membangun lembaga serta mengadakan program-program terobosan,” jelasnya saat menyampaikan arahan dalam peringatan Harlah Ke-41 Lakpesdam di Plaza Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (7/4/2026).


Gus Ulil menjelaskan bahwa pada Maret 1985, sekitar empat bulan setelah Muktamar Situbondo, Lakpesdam berdiri. Saat itu, Lakpesdam diketuai oleh Tosari Widjaja, salah satu politisi NU yang pernah menjabat sebagai duta besar di Maroko.


“Jadi Lakpesdam ini dari awal memang didirikan dengan visi pembaruan dan terobosan. Karena itu, orang-orang yang bekerja di Lakpesdam harus memiliki semangat inovasi, pembaruan, dan terobosan,” ujarnya.


Ia menekankan bahwa salah satu visi yang sedang dikembangkan adalah agar Lakpesdam dapat menularkan praktik baiknya kepada lembaga-lembaga lain di PBNU.

Gus Ulil menyebut, Lakpesdam menjadi salah satu lembaga yang konsisten melakukan audit keuangan dan manajemen setiap tahun.


“Setiap tahun kita melakukan audit keuangan oleh auditor publik. Jadi kita punya standar manajemen keuangan yang sesuai dengan standar normal. Ini yang ingin kita replikasi ke lembaga-lembaga lain di PBNU yang jumlahnya 18. Mohon doanya semoga visi dan cita-cita ini dapat terwujud demi kemaslahatan warga NU, rakyat Indonesia, dan kemanusiaan,” terangnya.


Lebih lanjut, Gus Ulil menyampaikan bahwa di bawah kepemimpinan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), Lakpesdam mengalami perubahan besar dengan berbagai program terobosan, baik di tingkat nasional maupun internasional.


“Mohon doa dari semua teman-teman. Jaringan Lakpesdam juga harus dirawat, di antaranya Kapal Perempuan, Rahima, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara, Bappenas, dan seluruh mitra lainnya. Mohon doa dan dukungan agar Lakpesdam terus maju,” pungkasnya.