Kemenhaj Buka Peluang Produk Indonesia Masuk Pasar Haji Saudi
Sabtu, 26 September 2026 | 12:00 WIB
Pembukaan Ekspo UMKM dan Ekosistem Haji & Umrah sekaligus Kick Off Manasik Haji Akbar Nasional di Stadion Wilis, Kota Madiun, Jawa Timur, Sabtu (26/9/2026) (Kemenhaj.
Jakarta, NU Online
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Republik Indonesia Mochamad Irfan Yusuf resmi membuka Ekspo UMKM dan Ekosistem Haji & Umrah sekaligus Kick Off Manasik Haji Akbar Nasional Tahun 2026 di Stadion Wilis, Kota Madiun, Jawa Timur.
Pembukaan ekspo tersebut dirangkaikan dengan peluncuran platform Haji dan Umrah Store sebagai bagian dari upaya Kementerian Haji dan Umrah memperkuat ekosistem ekonomi haji dan umrah. Platform tersebut juga diharapkan membuka ruang lebih luas bagi produk dan pelaku usaha Indonesia untuk terhubung dengan kebutuhan penyelenggaraan haji dan umrah.
Gus Irfan mengatakan penyelenggaraan expo menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat salah satu agenda besar dalam Tri Sukses Haji, yakni sukses membangun ekosistem ekonomi haji yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat Indonesia.
“Dalam Tri Sukses Haji, yang pertama adalah sukses ritual. Ini kita kuatkan melalui manasik. Yang kedua adalah sukses ekosistem ekonomi haji. Presiden Prabowo berharap agar uang jamaah haji yang dibelanjakan di sana, sebagian manfaatnya bisa kembali kepada masyarakat kita,” ujar Menhaj Irfan dalam keterangan yang diterima NU Online.
Menurutnya, besarnya kebutuhan penyelenggaraan haji harus menjadi peluang bagi produk dan pelaku usaha Indonesia untuk masuk lebih jauh dalam rantai pasok kebutuhan jamaah, termasuk sektor pangan dan konsumsi.
Baca Juga
Khutbah Jumat: Hikmah Manasik Haji
“Kita berusaha agar makanan yang dikonsumsi jemaah di Arab Saudi sebagian bisa berasal dari Indonesia. Ini memang tidak gampang karena ada berbagai persyaratan untuk membawa produk makanan ke Saudi, ditambah tantangan biaya pengiriman,” katanya.
Menhaj mencontohkan upaya Pemerintah pada penyelenggaraan haji 2026 untuk memasok beras dari Indonesia bagi kebutuhan jamaah di Arab Saudi. Sekitar 3.300 ton beras telah disiapkan untuk dikirim melalui jalur laut, meski pelaksanaannya menghadapi kendala akibat situasi geopolitik yang memengaruhi pelayaran dan rantai logistik internasional.
Menurut Menhaj, kondisi tersebut menunjukkan bahwa penguatan ekosistem ekonomi haji membutuhkan sinergi, kesiapan industri, pemenuhan standar produk, serta dukungan rantai pasok yang kuat.
“Walaupun menghadapi berbagai tantangan, insyaallah kita akan terus berusaha agar amanah ini bisa dijalankan. Kita ingin penyelenggaraan haji tidak hanya sukses dari sisi ibadah, tetapi juga memberi manfaat ekonomi yang semakin besar bagi masyarakat Indonesia,” tegasnya.
Ekspo UMKM dan Ekosistem Haji & Umrah menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai unsur dalam ekosistem haji dan umrah sekaligus memperkenalkan potensi produk dalam negeri yang dapat mendukung kebutuhan jamaah.