Nasional

Kesehatan Reproduksi Komprehensif Penting Diperkuat di Pesantren

Rabu, 30 September 2026 | 12:30 WIB

Kesehatan Reproduksi Komprehensif Penting Diperkuat di Pesantren

Alissa Qotrunnada Munawaroh (Alissa Wahid) dalam Workshop Penyelarasan Persepsi dan Pembekalan Tim Kurikulum Pesantren bersama United Nations Population Fund (UNFPA) di Hotel Orchardz Jakarta, Selasa (29/9/2026). (NU Online/Suci Amaliyah)

Jakarta, NU Online

Pemahaman mengenai kesehatan reproduksi secara komprehensif dinilai penting diperkuat di lingkungan pesantren. Kesehatan reproduksi tidak hanya berkaitan dengan persoalan seksual, tetapi juga mencakup persiapan kehidupan berkeluarga, kehamilan, kesehatan ibu dan anak, hingga pencegahan perkawinan anak.

 

Hal tersebut disampaikan Alissa Qotrunnada Munawaroh (Alissa Wahid) dalam Workshop Penyelarasan Persepsi dan Pembekalan Tim Kurikulum Pesantren bersama United Nations Population Fund (UNFPA) yang digelar di Hotel Orchardz Jakarta, Selasa (29/9/2026).

 

Dalam kegiatan tersebut, dijelaskan bahwa pemahaman kesehatan reproduksi di lingkungan pesantren masih kerap dipersempit pada persoalan orientasi seksual, perilaku seksual sebelum menikah, atau penggunaan alat kontrasepsi.

 

"Padahal kesehatan reproduksi jauh lebih luas. Mempersiapkan kehamilan saja, itu tidak semua perempuan tahu," ujar Alissa.

 

Menurutnya, kesehatan reproduksi berkaitan dengan berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat, seperti tingginya angka kematian ibu dan bayi, kehamilan yang tidak direncanakan, persoalan kehamilan dan persalinan, serta stunting.

 

Ia mencontohkan, perempuan hamil idealnya melakukan pemeriksaan kehamilan secara berkala agar berbagai persoalan dapat diketahui dan ditangani lebih cepat. Namun, masih ada perempuan yang tidak mendapatkan pemeriksaan kehamilan secara optimal.

 

Persoalan kesehatan reproduksi juga berkaitan dengan perkawinan anak. Menurutnya, anak yang menikah pada usia remaja belum tentu memiliki kesiapan untuk menjalani kehidupan berkeluarga.

 

Ia mencontohkan kondisi keluarga terdampak likuifaksi di Palu, Sulawesi Tengah. Dalam kondisi pengungsian dan keterbatasan ekonomi, terdapat keluarga yang menikahkan anak perempuannya dengan harapan dapat mengurangi beban keluarga.

 

Namun, perkawinan pada usia anak dapat menghadirkan persoalan baru ketika pasangan belum memiliki kesiapan menjalani kehidupan berkeluarga.

 

"Yang katanya menikahkan anaknya untuk menghilangkan beban keluarga, akhirnya yang terjadi keluarga ini tinggal di pengungsian, simbah, ibu yang masih sangat muda remaja, dan bayi atau anak yang juga tidak terurus dengan baik," katanya.

 

Pesantren Punya Peran Strategis

Pesantren dinilai memiliki posisi strategis dalam penguatan kesehatan reproduksi karena memiliki dua fungsi sekaligus, yakni pendidikan dan pengasuhan.

 

Karena itu, pesantren dapat menjadi ruang untuk membekali santri dengan pengetahuan kesehatan reproduksi yang lebih luas sebagai bagian dari persiapan kehidupan berkeluarga.

 

"Mungkin dalam kepala kita, kita tidak menyebutnya sebagai kesehatan reproduksi, tetapi sebagai persiapan kehidupan berkeluarga. Itu mungkin yang akan lebih nyantol dengan para kiai, para nyai," ujar Alissa.

 

Ia menjelaskan, penggunaan istilah keluarga berencana juga terkadang dipahami secara terbatas sebagai persoalan alat kontrasepsi. Padahal, persiapan kehidupan berkeluarga mencakup aspek yang lebih luas.

 

Penguatan kesehatan reproduksi di pesantren juga perlu melihat berbagai persoalan yang berkaitan dengan perempuan dan keluarga, termasuk perkawinan anak, praktik-praktik yang membahayakan perempuan, serta kekerasan.

 

Menurutnya, upaya menyiapkan santri juga tidak hanya menjadi tanggung jawab pesantren. Santri berada dalam ekosistem yang melibatkan keluarga dan pesantren sebagai dua aktor utama, serta unsur lain yang turut memengaruhi kehidupan mereka.

 

"Santri itu punya sumbernya dua, dari keluarga besarnya dan juga dari pesantren. Tokoh pemain kuncinya dua ini. Tetapi santri sendiri pasti juga akan dipengaruhi oleh beberapa aktor yang lain atau beberapa elemen yang lain," pungkasnya.