KH Zulfa Mustofa Tegaskan Pentingnya Mekanisme Pemilihan Ketum PBNU yang Sehat
Sabtu, 29 Agustus 2026 | 11:50 WIB
KH Zulfa Mustofa saat berikan keterangan kepada wartawan usai penyampaian LPJ PBNU di Gedung Serbaguna KH Hasbullah Said Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jumat (28/8/2026). (Foto: NU Online/Firdaus)
Jombang, NU Online
Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Zulfa Mustofa menyampaikan pentingnya mempertimbangkan mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU yang dapat menjaga kesehatan organisasi sekaligus mengurangi potensi ketegangan di internal NU.
Hal itu disampaikan Kiai Zulfa usai mengikuti sidang laporan pertanggungjawaban (LPJ) PBNU dalam rangkaian Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Gedung Serbaguna KH Hasbullah Said Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jumat (28/8/2026).
Ia mengatakan, dalam sidang komisi organisasi terdapat sejumlah usulan mengenai mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU. Di antaranya melalui mekanisme one man one vote atau dengan mengusulkan tiga hingga lima nama untuk selanjutnya diseleksi dan dipilih melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) bersama Rais Aam.
“Di dalam sidang komisi organisasi tadi sudah disampaikan ada beberapa usulan, apakah nanti pemilihan itu melalui mekanisme one man one vote, atau mengusulkan tiga atau lima nama yang kemudian akan dipilih oleh AHWA dan Rais Aam,” ujar Kiai Zulfa.
Menurutnya, masing-masing mekanisme memiliki konsekuensi yang perlu dipertimbangkan secara matang. Ia menilai, mekanisme pengusulan beberapa nama oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) sebelum kemudian diseleksi melalui AHWA dapat menjadi salah satu pilihan untuk mengurangi ketegangan dalam proses pemilihan.
“Ke depan kita buat organisasi ini lebih sehat, karena sesungguhnya pemilihan Rais Aam itu sudah seperti itu. Keterlibatan PC-PC itu mengusulkan nama-nama tiga atau lima kemudian diseleksi,” jelasnya.
Kiai Zulfa menambahkan, mekanisme tersebut dinilai dapat menjadi jalan tengah karena para PCNU tetap memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi, sementara proses seleksi selanjutnya dilakukan melalui mekanisme yang telah disepakati.
Ia juga mengingatkan adanya potensi persoalan apabila mekanisme one man one vote diterapkan. Salah satunya adalah kemungkinan terjadinya ketidakselarasan antara Ketua Umum PBNU yang terpilih dengan Rais Aam.
“Bisa dibayangkan salah satunya, jika one man one vote, kalau nantinya antara ketua umum dan AHWA terpilih tidak ada kecocokan, apa yang akan terjadi,” katanya.
Sementara itu, ketika ditanya mengenai pencalonannya sebagai Ketua Umum PBNU, KH Zulfa Mustofa menyatakan optimismenya untuk memenangkan kontestasi tersebut.
Ia menyebut telah melakukan silaturahmi dan komunikasi dengan sekitar 400 PCNU di berbagai daerah. Menurutnya, dari sejumlah nama yang beredar dalam bursa calon Ketua Umum PBNU, dirinya termasuk salah satu kandidat yang diperhitungkan.
“Saya optimis menang. Saya sudah keliling di 400 PCNU. Dari nama-nama yang beredar, saya masuk kategori,” ujarnya.
Kontributor: Nazlal Firdaus Kurniawan