MTQ Nasional 2026 Buka Ruang bagi Teman Tuli Lewat Eksibisi Disabilitas
Rabu, 9 September 2026 | 14:00 WIB
Jakarta, NU Online
Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang, Jawa Tengah, tidak hanya menjadi ajang kompetisi membaca dan memahami Al-Qur’an. Tahun ini, MTQ Nasional juga membuka ruang partisipasi bagi Teman Tuli melalui Eksibisi Disabilitas Tuli yang berlangsung pada 14–16 September 2026.
Eksibisi tersebut menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama memperluas akses masyarakat terhadap syiar dan layanan keagamaan yang inklusif.
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan Al-Qur’an harus dapat dipelajari dan dipahami oleh seluruh umat tanpa terkecuali, termasuk penyandang disabilitas.
“Al-Qur’an adalah tuntunan bagi seluruh umat. Kita harus memastikan saudara-saudara kita penyandang disabilitas juga memiliki ruang dan akses yang semakin luas untuk mempelajari, memahami, dan mencintai Al-Qur’an,” ujar Nasaruddin dalam keterangannya yang dikutip pada Rabu (9/9/2026).
Nasaruddin menilai penyelenggaraan MTQ tidak semata-mata menjadi ruang kompetisi, tetapi juga momentum untuk memperluas syiar Al-Qur’an dan menghadirkan layanan keagamaan yang dapat menjangkau berbagai kelompok masyarakat.
“MTQ bukan hanya ruang kompetisi, tetapi juga momentum untuk semakin mendekatkan Al-Qur’an kepada seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, saya sangat mendukung hadirnya eksibisi bagi Teman Tuli pada MTQ Nasional tahun ini,” tuturnya.
Penyelenggaraan eksibisi tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Regulasi tersebut menjamin hak penyandang disabilitas untuk memperoleh akses dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pelayanan keagamaan.
Kenalkan Mushaf Al-Qur’an Isyarat
Momentum MTQ Nasional XXXI juga dimanfaatkan Kementerian Agama untuk memperkenalkan Mushaf Al-Qur’an Isyarat kepada masyarakat. Kehadiran mushaf tersebut menjadi salah satu upaya Kemenag memperluas akses Teman Tuli dalam membaca, mempelajari, dan memahami Al-Qur’an.
Menag berharap semangat inklusivitas yang dihadirkan dalam MTQ Nasional tidak berhenti pada penyelenggaraan eksibisi, tetapi juga semakin menguat dalam pelayanan keagamaan sehari-hari.
“Semangat yang kita hadirkan melalui MTQ ini adalah syiar Al-Qur’an yang merangkul semua. Tidak boleh ada yang tertinggal dalam memperoleh layanan keagamaan,” pesan Menag.
Eksibisi Disabilitas Tuli berlangsung di Semarang pada 14–16 September 2026. Sebanyak 28 peserta dari 14 komunitas Tuli Muslim di berbagai daerah di Indonesia dijadwalkan ambil bagian.
Mereka terbagi dalam dua golongan. Sebanyak 14 peserta mengikuti golongan Tilawah atau membaca Al-Qur’an Isyarat, sedangkan 14 peserta lainnya mengikuti golongan Kitabah atau menulis Al-Qur’an Isyarat.
Kehadiran eksibisi tersebut memperluas ruang partisipasi dalam MTQ Nasional XXXI sekaligus menjadi sarana diseminasi Mushaf Al-Qur’an Isyarat. Kementerian Agama berharap akses terhadap Al-Qur’an semakin terbuka bagi penyandang disabilitas Tuli dan menjadi bagian dari penguatan layanan keagamaan yang inklusif.