Nasional

Munas-Konbes NU 2026 Tetapkan Visi NU Digdaya 2050

Selasa, 23 Juni 2026 | 10:30 WIB

Munas-Konbes NU 2026 Tetapkan Visi NU Digdaya 2050

Pemaparan dan pengesahan hasil Komisi Program Munas dan Konbes NU 2026, Senin (22/6/2026) di Pesantren Al-Falah Ploso Kediri. (Foto: NU Online/Kholil)

Kediri, NU Online

Pimpinan Sidang Komisi Program, Hj Alissa Wahid memaparkan tiga transmisi yang harus dilakukan PBNU untuk mewujudkan visi besar 2050 yaitu "NU Digdaya 2050". Hal ini ia sampaikan dalam Sidang Pleno III Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU di Pondok Pesantren Al-Falah, Ploso, Mojo, Kediri, pada Senin (22/6/2026).

 

Dalam paparannya, visi tersebut tersusun dalam kalimat, "Tegaknya Islam Aswaja dan terwujudnya kesejahteraan masyarakat, kemaslahatan bangsa, dan terciptanya rahmat bagi semesta melalui kepemimpinan Jam'iyah NU yang mandiri, terpercaya, dan bermartabat."

 

"Kami dari komisi program mentransmisikan visi besar tersebut ke dalam tiga misi utama, yaitu misi transformasi, kemasyarakatan, dan khidmah peradaban," jelasnya.

 

Alissa menjelaskan, ketiga misi tersebut harus dilakukan secara bertahap dimulai dari misi pertama yaitu penguatan transformasi konsolidasi Jam'iyah dalam tata kelola, kaderisasi, dan transformasi digital.

 

"Untuk mewujudkan semua ini, langkah pertama yang harus kita ambil ialah penguatan jati diri NU. Barulah setelah itu transformasi konsolidasi Jam'iyah dalam konteks transformasi digital, kaderisasi, dan tata kelola," tuturnya.

 

Ia melanjutkan, setelah misi pertama terlaksana, barulah beralih fokus ke misi kedua yakni perwujudan kesejahteraan rakyat melalui penguatan Aswaja.

 

"Untuk mewujudkan misi kedua ini ada 4 langkah yang harus kita ambil. Dimulai dari pengembangan pesantren, keunggulan SDM, kesejahteraan sosial ekonomi, dan terakhir pelestarian lingkungan berkelanjutan," rincinya.

 

Selanjutnya Alissa mengungkapkan jalan yang harus ditempuh menuju khidmah peradaban yang merupakan misi ketiga. Menurutnya khidmah peradaban ini baru bisa dicapai setelah khidmah kemaslahatan bangsa.

 

"Dan kita bisa benar-benar berkhidmah demi kemaslahatan bangsa jika kita telah menguatkan peran NU. Jadi tanggung jawabnya mulai dari bawah," jelasnya.

 

Kontributor: Umi Kholifah