Nasional

NU Scholarship Diluncurkan di Arena Muktamar Ke-35 NU

Jumat, 28 Agustus 2026 | 17:40 WIB

NU Scholarship Diluncurkan di Arena Muktamar Ke-35 NU

Talkshow dan ;peluncuran NU Scholarship, Jumat (28/82026). (Foto: NU Online/Amar)

Jombang, NU Online

Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bersama NU Online Institute dan Baznas RI menggelar Talkshow dan peluncuran NU Scholarship bertajuk Membangun Sumber Daya Unggul,Pendidikan, Vokasi dan Kaderisasi NU.

 

Kegiatan ini berlangsung pada Jumat (28/08/2026) siang di Mushola Ahmad Yunus area Muktamar ke-35 NU.

 

Sekretaris Lakpesdam PBNU, Ulfi Ulfiah menyampaikan program ini mengkonsulidasikan seluruh beasiswa yang ada di NU. 

 

"Sekarang beasiswa sudah dikonsulidasikan di NU Scholarship, dulu masih tercecer. Hari ini kita diskusi tentang bagaimana membuat ekosistem untuk mengelola Sumber Daya Manusia (SDM) NU," katanya kepada NU Online.

 

Program NU Scholarship tidak hanya memfasilitasi kader NU untuk mendapatkan beasiswa S1, S2 dan S3 baik dalam dan luar negeri. Tetapi ada juga untuk pendidikan Vokasi dimana kader NU akan dilatih untuk bekerja.

 

"Untuk Vokasi ada tim khusus serta bekerjasama dengan Konfederasi Serikat Buruh Muslimin Indonesia (K-Sarbumusi) untuk melatih kader NU agar memiliki keterampilan kerja yang tinggi," ujarnya. 

 

Salah satu program NU Scholarship adalah beasiswa peradaban. Ada program yang orang luar negeri kuliah di Indonesia. Tujuannya adalah Lakpesdam ingin menciptakan pemimpin dunia yang di masa depan, dimana sebelumnya mereka belajar di Indonesia. 

 

"Karena Indonesia sebagai negara mayoritas Muslim yang ralatif berhasil mengharmoniskan agama dan negara," ujarnya.

 

Itu adalah praktek baik Indonesia yang perlu dibagikan ke dunia. Jika negara lain mau melihat negara yang berhasil menyatukan agama dan negara maka lihatlah Indonesia.

 

"Indonesia berhasil mengakomodir beragam agama, nilai, tradisi, budaya. Oleh karena itu Indonesia sangat layak dijadikan percontohan," ungkapnya.

 

Lakpesdam PBNU mengklasifikasikan negara-negara Islam. Ada negara Islam yang konflik, negara Islam yang miskin. Kemiskinan sendiri bukanlah takdir, tapi kelemahan mengelola sumber daya.Oleh karena itu jika ingin mengentaskan kemiskinan harus menyiapkan SDM.

 

"Kemudian ada beasiswa dari negara Islam corong dunia. Insyallah untuk yang ini tahun depan," pungkasnya.