Nasional

Pameran Turats di Muktamar NU Resmi Dibuka, Sajikan Khazanah Ulama Nusantara

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:50 WIB

Pameran Turats di Muktamar NU Resmi Dibuka, Sajikan Khazanah Ulama Nusantara

Pembukaan Pameran dan Klinik Turats, Kamis (27/8/2026) di IAI Bafa. (Foto: Nahdlatut Turats)

Jombang, NU Online

Gelaran Pameran dan Klinik Turots resmi dibuka oleh Wakil Rais Aam PBNU KH Afifuddin Muhajir, didampingi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Kamis (27/08/2026) siang. Acara yang digelar oleh Nahdlatut Turats ini dipusatkan di depan Institut Agama Islam Bani Fattah (IAI Bafa).

 

Turut hadir dalam pembukaan Katib PBNU KH Afifuddin Dimyati dan KH Tajul Mafakhir, Wakil Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) sekaligus Ketua PP Muslimat NU Arifah Fauzi, dan tokoh-tokoh lainnya. 

 

Wakil Rais Aam PBNU KH Afifuddin Muhajir menyampaikan apresiasi atas gelaran ini. Menurutnya, keberadaan organisasi Nahdlatul Ulama tidak dapat dipisahkan dengan turts-turats ulama Nusantara. 

 

“Tidak mungkin kebangkitan ulama itu bisa terwujud jika tidak diawali kebangkitan turats,” ujarnya saat tausiyah. 

 

Ketua Nahdlatut Turats, Lora Ustman Hasan, menjelaskan bahwa turats ulama Nusantara sangatlah kaya. Dalam kurun lima tahun terakhir, tidak kurang ada 60 pesantren yang telah terlibat dalam pemuliaan turots. 

 

“Lebih dari 2.000 naskah yang telah kami digitalisasikan. Dan, masih banyak lagi yang belum tersentuh,” paparnya.

 

Sebelumnya, Ketua Panitia Turats di Muktamar, Ayung Notonegoro, mengatakan pameran menampilkan sejumlah materi terkait sejarah dan perkembangan naskah pesantren, antara lain naskah dari berbagai pesantren Nusantara, katalog naskah pesantren, serta dokumentasi NU dari masa ke masa.

 

“Tujuan utama pameran ini untuk mengenalkan kekayaan khazanah pustaka ulama Nusantara kepada warga NU secara luas,” kata Ayung.

 

Selain itu, pengunjung juga dapat melihat galeri ke-NU-an, jejak diaspora ulama Nusantara, dan beragam khazanah yang berkaitan dengan tradisi keilmuan pesantren. Pameran turut menghadirkan koleksi atau karya-karya ulama Nusantara, termasuk karya pengurus PBNU yang memiliki sejumlah karya ilmiah berbahasa Arab.

 

“Berbagai koleksi turats akan ditampilkan dalam pameran tersebut. Di antaranya manuskrip Syaikhona Kholil Bangkalan, karya para muassis NU, serta berbagai karya ulama Nusantara lainnya,” ungkapnya. 

 

Ia menuturkan, pameran turats terbuka untuk umum. Masyarakat dapat mengunjungi lokasi hingga Senin (31/8/2026). “Pengunjung dapat datang setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 22.00 WIB,” terangnya. 

 

Selain pameran, pihaknya juga menyediakan layanan klinik turats yang berfokus pada persoalan naskah. Layanan tersebut meliputi digitalisasi naskah manuskrip, restorasi naskah manuskrip, serta konsultasi seputar naskah. 

 

“Hal ini agar pemilik atau pengelola koleksi naskah bisa memperoleh informasi awal mengenai dokumentasi, pelestarian, dan penanganan manuskrip, sehingga naskah dapat dirawat secara lebih baik,” pungkasnya.

 

Perlu diketahui, rangkaian agenda Turats di Muktamar juga menggelar sejumlah kegiatan lain. Antara lain, daurah tahqiq, mubes pegiat turats, ijazahan sanad ilmiah, hingga seminar internasional turats.