Nasional

Perjalanan 15 Jam Terbayar Lunas, PWNU Kalbar Antusias Ikuti Muktamar Ke-35 NU di Jombang

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:00 WIB

Perjalanan 15 Jam Terbayar Lunas, PWNU Kalbar Antusias Ikuti Muktamar Ke-35 NU di Jombang

Delegasi PWNU Kalbar di arena Muktamar Ke-35 NU (Foto: NU Online/Syaiful Chabib)

Jombang, NU Online

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Barat melakukan perjalanan panjang menuju Muktamar Ke-35 di Jombang. Rombongan besar ini berangkat dengan penuh semangat kebersamaan untuk khidmat di jamiyah NU.

 

Delegasi PWNU Kalimantan Barat mengerahkan rombongan dengan total peserta sekitar 60 orang. Seluruh Pengurus Cabang NU (PCNU) dari 14 kabupaten dan kota turut serta dalam agenda ini. Kehadiran mereka dipastikan sah karena seluruh cabang telah mengantongi Surat Keputusan (SK). 

 

Sekretaris PWNU Kalimantan Barat, H. Muhammad Ridwan menyampaikan rasa syukur yang mendalam. Pengurus dan warga Nahdlatul Ulama merasa bangga dapat terpanggil mengikuti muktamar ini. Mereka antusias mengikuti musyawarah kepemimpinan tertinggi ini.

 

"Pengurus dan warga Nahdlatul Ulama merasa bersyukur dan bangga terpanggil untuk ikut serta menyongsong kepemimpinan baru NU di Muktamar ke-35 ini," ujarnya pada Jumat (28/8/2026).

 

Pihaknya memberikan kesan, baik perjalanan dan selama keikutsertaan Muktamar ini. Waktu tempuh gabungan udara dan darat mencapai kurang lebih 15 jam. Perjalanan melelahkan tersebut terbayar lunas setibanya rombongan tiba di tempat Muktamar ini.

 

Perjalanan dari masing-masing kabupaten atau kota menuju ibu kota Provinsi Kalimantan Barat memakan waktu darat paling lama sekitar 12 jam.

 

"Dari Bandara Supadio Pontianak menuju Bandara Juanda Surabaya ditempuh dalam waktu 1,5 jam menggunakan pesawat. Dari Bandara Juanda menuju Jombang melalui jalan tol ditempuh dalam waktu sekitar 1 jam lebih," tandasnya.

 

Beliau menambahkan, ia bersama jajaran peserta merasakan kesan mendalam serta kebanggaan tersendiri. Pihaknya menitipkan harapan besar kepada pemimpin yang akan segera terpilih di organisasi ini.

 

"Siapa pun nantinya yang terpilih sebagai kader terbaik diharapkan dapat melanjutkan program-program kepengurusan periode 2022–2026," ungkapnya.

Latar belakang para pengurus yang mayoritas kaum santri menjadi landasan kuat sikap sabar mereka. Nilai-nilai kepesantrenan mengajarkan mereka untuk senantiasa beradaptasi dengan segala keterbatasan. Suasana kebersamaan tetap terjaga di tengah padatnya agenda muktamar.


Kontributor:.Syaiful Chabib