Nasional

RMI PBNU Dorong Penguatan Jejaring Pesantren untuk Bangun Ekosistem Pesantren

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 16:00 WIB

RMI PBNU Dorong Penguatan Jejaring Pesantren untuk Bangun Ekosistem Pesantren

Ketua Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hodri Arief di Pondok Pesantren An-Najiyah 1, Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Sabtu (29/8/2026). (Foto: NU Online/Septy)

Jombang, NU Online

Ketua Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hodri Arief mendorong penguatan jejaring untuk membangun ekosistem pesantren yang saling mendukung. Hal itu disampaikan dalam Halaqah Pengurus RMI se-Indonesia bertema, "Membangun Jejaring Ekosistem Pesantren" di Pondok Pesantren An-Najiyah 1, Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Sabtu (29/8/2026).


Kiai Hodri mengatakan, transformasi pesantren tidak cukup hanya diwujudkan melalui program, perlu jejaring orang-orang yang memiliki komitmen untuk mengabdi kepada masyayikh, pesantren, dan santri. Ia menegaskan, membangun jejaring merupakan ikhtiar strategis dan tidak boleh bergantung pada keberadaan kepengurusan formal.


“Yang ingin kita bicarakan adalah bagaimana merajut persaudaraan kita, yang pasti akan melampaui batasan SK,” tuturnya.


Ia menambahkan, masa kepengurusan RMI PBNU saat ini segera berakhir. Namun, berakhirnya masa khidmah formal tidak berarti berhentinya pengabdian kepada pesantren.


“Percayalah para kiai, ibu nyai, percayalah bahwa khidmat kami tidak berdasarkan SK. Insyaallah kami akan tetap bekerja mendukung pesantren,” katanya.


Ia menyebut program langsung bersentuhan dengan kebutuhan santri. Seasiswa pendidikan ke Maroko selama lima tahun terakhir terus dilakukan, sejumlah santri NU bahkan berhasil meraih prestasi dalam kompetisi tata bahasa Arab di Maroko. Selain Maroko, RMI juga setiap tahun melakukan seleksi santri untuk melanjutkan pendidikan ke Mesir. 


“Nyaris semua program yang kita laksanakan memang langsung bersentuhan dengan kebutuhan pesantren, dengan kebutuhan santri,” ujarnya.


Kiai Hodri menegaskan, RMI tidak berorientasi membuat program besar yang sekadar menjadi sorotan publik. Sebaliknya, program diarahkan agar manfaatnya benar-benar dirasakan pesantren dan santri.


“Terpenting, setiap program harus benar-benar memberikan manfaat dan dirasakan langsung oleh pesantren dan santri,” tegasnya.


KH Hodri berharap pertemuan tersebut tidak berhenti pada pertukaran gagasan, tetapi menjadi langkah konkret untuk memperkuat persaudaraan dan kolaborasi antarpesantren.


“Topik yang kita bicarakan adalah membangun jejaring antarpesantren, antarpengurus RMI untuk khidmat kepada masyayikh, khidmat kepada santri dan pondok pesantren,” pungkasnya.


Kontributor: Septy Aisah