Nasional

Rumah Ibadah di Jombang Jadi Posko Muktamar, Layani Muktamirin Lintas Daerah

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:45 WIB

Rumah Ibadah di Jombang Jadi Posko Muktamar, Layani Muktamirin Lintas Daerah

Masjid Agung Jombang. (Foto: Achmad Subakti)

Jombang, NU Online

Semarak menyambut Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) tidak hanya terasa di arena utama Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang. Sejumlah rumah ibadah di berbagai wilayah Kabupaten Jombang turut membuka fasilitas bagi para muktamirin yang membutuhkan tempat beristirahat selama mengikuti rangkaian Muktamar.


Dukungan tersebut hadir dalam beragam bentuk, mulai dari tempat menginap gratis, konsumsi, hingga fasilitas untuk beribadah. Lembaga Takmir Masjid (LTM) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang bahkan menginisiasi gerakan 99 Masjid Ramah Muktamirin sebagai bagian dari pelayanan kepada para tamu Muktamar yang berlangsung 27-31 Agustus 2026.


Ketua PCNU Jombang KH Fahmi Amrullah Hadzik mengatakan, gerakan tersebut merupakan bentuk keterlibatan masyarakat dalam menyukseskan Muktamar ke-35 NU. Menurutnya, Muktamar bukan hanya menjadi tanggung jawab panitia, melainkan momentum bagi seluruh warga Jombang untuk ikut menjadi tuan rumah yang baik.


“Muktamar bukan hanya milik panitia, bukan hanya milik peserta muktamar, tetapi menjadi momentum seluruh warga Jombang untuk bersama-sama menjadi tuan rumah yang baik. Masjid menjadi salah satu pintu utama untuk memberikan pelayanan dan memuliakan para tamu Allah yang datang ke Jombang,” ujar Gus Fahmi.


Angka 99 dalam gerakan tersebut dipilih sebagai simbol Asmaul Husna. Melalui gerakan itu, masjid-masjid diharapkan tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga ruang bagi muktamirin untuk beristirahat dan bersilaturahmi dengan warga setempat.


Sebanyak 99 masjid tersebut tersebar di berbagai wilayah Jombang, di antaranya Masjid Rahmat Tembelang, Masjid Baitussalam Mojoduwur Mojowarno, Masjid Darussalam Tanggalrejo Mojoagung, Masjid Moeldoko Bandarkedungmulyo, hingga Masjid Agung Baitul Mukminin di pusat Kota Jombang.


Masjid Agung Baitul Mukminin Siapkan Tempat Menginap dan Sarapan
Salah satu masjid yang secara khusus menyiapkan fasilitas bagi muktamirin adalah Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang. Pengurus menyediakan lantai dua masjid sebagai tempat menginap gratis bagi peserta Muktamar dari berbagai daerah.


Ketua Takmir Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang Achmad Cholili mengatakan, sejumlah fasilitas penunjang juga telah dipersiapkan untuk menyambut kedatangan para muktamirin.


“Insyaallah Masjid Agung sudah mempersiapkan fasilitas jelang Muktamar NU, antara lain tempat menginap di lantai atas,” kata Cholili dalam keterangannya yang diterima NU Online Jombang, Senin (17/8/2026).


Tidak hanya tempat beristirahat, pengurus masjid juga menyiapkan sarapan dan kopi secara gratis selama Muktamar berlangsung. Layanan konsumsi tersebut dilakukan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Jombang dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).


“Kami juga kerja bareng Pemkab dan Baznas memberikan layanan ngopi dan sarapan pagi selama Muktamar NU berlangsung,” ujarnya.


Fasilitas lain seperti tempat shalat, area wudhu, toilet, dan ketersediaan air bersih juga dipastikan siap digunakan. Masjid tersebut memiliki kapasitas lebih dari 100 orang sehingga dapat menjadi salah satu alternatif tempat beristirahat bagi muktamirin.


Masjid Agung Baitul Mukminin berada di lokasi strategis, yakni di sisi barat Alun-Alun Jombang dan sekitar 200 meter dari Stasiun Jombang. Jaraknya sekitar 8,4 kilometer dari arena Muktamar di Tambakberas.


Hal ini juga datang dari lingkungan umat Kristiani. Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Jombang membuka tempat singgah secara gratis bagi peserta maupun pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Muktamar ke-35 NU.


Majelis Jemaat sekaligus Koordinator Posko Muktamar GKJW Jombang Achmad Soleh mengatakan, penyediaan tempat singgah tersebut berangkat dari perkiraan banyaknya orang yang akan datang ke Jombang selama Muktamar berlangsung.


“Kita melihat peserta muktamar diprediksi luar biasa dan kebingungan mencari tempat untuk bermalam. Ini satu kesempatan untuk bagaimana kita berbagi berkah,” katanya kepada NU Online, Rabu (26/8/2026).


Ia menjelaskan, fasilitas yang disediakan bukan berupa kamar khusus, melainkan ruang bersama untuk tempat beristirahat. GKJW menyiapkan matras dan bantal, kamar mandi, serta kopi dan teh bagi para tamu.


Saat ini, terdapat sekitar 15 kasur yang disiapkan khusus bagi tamu laki-laki. Seluruh fasilitas tersebut diberikan tanpa pungutan.


“Tempat ini kami sediakan secara gratis tanpa pungutan apa pun, untuk meringankan beban,” ujarnya.


Menurut Soleh, keterlibatan GKJW dalam menyambut Muktamar juga dilandasi kebanggaan karena Jombang dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan forum tertinggi NU.


“Karena muktamar ini bagi kami orang Kristen, ikut bangga di Jombang ketempatan muktamar, merasakan muktamar,” tuturnya.


Keterlibatan GKJW dalam menyediakan tempat singgah bagi tamu Muktamar bukan kali pertama. Pada Muktamar NU 2015, pihaknya juga pernah menerima sekitar 25 orang yang membutuhkan tempat bermalam selama berada di Jombang.


Ia menuturkan, keterbukaan tersebut juga tidak terlepas dari hubungan emosional yang telah lama terjalin antara GKJW dan NU di Jombang.


“Terus terang GKJW dengan NU khususnya ada hubungan emosional sejak zaman dulu,” ungkapnya.


Selain Guest House GKJW Jombang di Jalan Adityawarman No. 1, terdapat dua lokasi lain yang disiapkan untuk menjadi tempat singgah, yakni Guest House Pastori GKI Jombang di Jalan Tugu Gang III dan Guest House BAMAG Jombang di Dusun Weru, Mojongapit.


Ketiga lokasi tersebut menjadi bagian dari dukungan komunitas lintas agama terhadap kelancaran pelaksanaan Muktamar ke-35 NU.


Ia berharap Muktamar dapat berjalan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik bagi Nahdlatul Ulama serta masyarakat luas. Ia juga berharap momentum tersebut semakin memperkuat kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat.


“Harapan kami semuanya berjalan dengan lancar, sukses, dan membuahkan keputusan yang luar biasa yang menjadikan sejahtera bagi umat dan semakin menjalin kebersamaan semakin erat karena kita bersaudara, satu rumah Indonesia,” pungkasnya.


Kontributor: Achmad Subekti