Sampaikan LPJ, Gus Yahya: Anggaran PBNU untuk program Nasional hingga Internasional
Jumat, 28 Agustus 2026 | 20:30 WIB
Suasana Sidang Pleno II Muktamar Ke-35 NU di Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Jumat (28/8/2026). (Foto: NU Online)
Jombang, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara resmi telah menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban masa khidmah 2021–2026. Laporan penting ini dipaparkan langsung oleh Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf. Penyampaian laporan berlangsung di hadapan muktamirin dalam Sidang Pleno II.
Berdasarkan laporan yang dibacakan, PBNU mencatatkan total pendapatan sekitar Rp225 miliar hingga akhir masa kepengurusan ini. Angka tersebut mencerminkan dinamika penghimpunan dana umat yang dikelola secara aktif oleh pengurus pusat. Seluruh pemasukan ini dialokasikan untuk mendukung berbagai program strategis organisasi di tingkat nasional maupun internasional.
Gus Yahya menyampaikan, sisi pengeluaran organisasi tercatat nyaris menyamai jumlah total pendapatan yang masuk. Penggunaan anggaran ini difokuskan untuk merealisasikan berbagai agenda keumatan dan kemandirian Nahdlatul Ulama. Pengelolaan keuangan yang cermat tersebut akhirnya menyisakan beberapa miliar.
"Masa akhir dari kepengurusan ini mencatatkan pendapatan sekitar Rp 225 miliar. Pengeluaran tercatat nyaris sebesar jumlah tersebut, sehingga menyisakan saldo akhir sekitar Rp2 miliar," ungkapnya.
Agenda sidang kemudian dilanjutkan dengan sesi pandangan umum dari para peserta muktamar terhadap laporan yang telah disampaikan. Sesi ini melibatkan perwakilan pengurus wilayah dan cabang dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Ruang dialog tersebut dimanfaatkan oleh muktamirin untuk memberikan tanggapan, catatan, serta evaluasi objektif.
M Nuh, Pimpinan Sidang Pleno II mengatakan, hasil analisis terhadap tanggapan yang masuk menunjukkan penerimaan yang sangat baik dari para peserta sidang. Pandangan peserta secara resmi menyatakan menerima laporan pertanggungjawaban tanpa ada penolakan.
"Pandangan umum terhadap laporan pertanggungjawaban Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menunjukkan bahwa dari 11 kaji yang masuk, semuanya menerima dengan baik tanpa mengurangi rasa hormat. Berdasarkan data statistik analisis, tanggapan serupa juga diberikan secara umum," tandasnya.
Di akhir sidang, ditutup dengan pernyataan ketua umum, ia menyampaikan rasa syukur yang mendalam. Kesempatan berkhidmah di dalam kepengurusan PBNU dianggap sebagai sebuah kehormatan besar. Permohonan maaf yang tulus turut disampaikan atas segala kesalahan selama menjalankan tugas organisasi.
Sidang penting ini ditutup dengan pembacaan doa bersama. Seluruh muktamirin berdoa agar organisasi ini senantiasa membawa barokah lahir dan batin. Suasana kebersamaan menutup rangkaian acara dengan penuh kedamaian dan harapan baru bagi masa depan NU.