Nasional

Unusia Bakal Buka Rumpun Kesehatan, Targetkan Rekam Medis hingga Ilmu Gizi

Ahad, 27 September 2026 | 21:00 WIB

Unusia Bakal Buka Rumpun Kesehatan, Targetkan Rekam Medis hingga Ilmu Gizi

Rektor Unusia Fariz Alnizar saat menyampaikan sambutan pada Wisuda XII di TMII, Jakarta, Ahad (27/9/2026). (Foto: NU Online/Suwitno)

Jakarta, NU Online 

 

Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Jakarta menyiapkan pembukaan rumpun kesehatan sebagai bagian dari pengembangan program pendidikan periode 2026-2030 sebelum menuju fakultas kedokteran. Sejumlah program studi yang mulai dirancang, di antaranya Rekam Medis Digital, Keselamatan Kerja, dan Ilmu Gizi.

 

Rektor Unusia Jakarta Fariz Alnizar mengatakan pengembangan rumpun kesehatan tersebut merupakan amanat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) Unusia.

 

"Jadi, akan ada beberapa program studi yang kita coba ajukan dan kita buka di periode 2026-2030,” kata Fariz ditemui NU Online usai kegiatan Wisuda XII Unusia di TMII, Jakarta, Ahad (27/9/2026).

 

Menurut Fariz, pembukaan sejumlah program studi tersebut menjadi langkah awal Unusia dalam merancang rumpun pendidikan kesehatan sebelum mengembangkan pendidikan kedokteran.

 

"Ini sebagai rintisan desain rumpun kesehatan sebelum melangkah ke kedokteran,” jelasnya.

 

Ia mengatakan Unusia juga menyiapkan lokasi pendidikan yang memadai untuk mendukung penyelenggaraan rumpun kesehatan tersebut. Salah satunya melalui penempatan mahasiswa di teaching hospital atau rumah sakit pendidikan yang memenuhi kebutuhan pembelajaran.

 

"Ya tahun depan insyaallah rumpun pendidikan akan kita mulai,” ujarnya.

 

Selain rumpun kesehatan, Unusia juga mengembangkan pendidikan di bidang teknologi informasi. Fariz mengatakan program studi IT akan diarahkan pada penguasaan teknologi terbaru, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan robotika.

 

Pengembangan tersebut dilakukan melalui kerja sama Unusia dengan Pitjar Foundation dalam penyelenggaraan pendidikan bidang teknologi informasi.

 

"Kita baru kerja sama dengan Pitjar Foundation untuk menyelenggarakan pendidikan IT,” katanya.

 

Fariz menambahkan, pengembangan akademik tersebut akan diiringi dengan penguatan kelembagaan Unusia. Kampus, kata dia, perlu semakin kokoh, kuat, dan unggul, terutama dalam memberikan pelayanan kepada mahasiswa dan warga Nahdlatul Ulama.

 

"Pelayanan kepada mahasiswa, warga NU, semua yang terlibat, semakin optimal. Layanan-layanan yang sifatnya primer maupun skunder harus ditingkatkan,” jelas Fariz.