Usai Aksi Joget Tahun Lalu Disorot, Ketua DPR Minta Anggota Jaga Sikap
Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:00 WIB
Ketua DPR Puan Maharani saat konferensi pers di Kompleks Parlemen, Jakarta Rabu (12/8/2026) (Foto: NU Online/Fathur)
Jakarta, NU Online
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Puan Maharani meminta anggota DPR menjaga sikap saat mengikuti Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI yang akan digelar pada 14 Agustus 2026.
Hal tersebut disampaikan Puan menyusul sorotan publik terhadap aksi sejumlah anggota DPR yang berjoget saat rangkaian Sidang Tahunan MPR tahun lalu. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bahan introspeksi bagi anggota DPR sebelum mengikuti agenda kenegaraan tahun ini.
“Jadi insyaallah nanti pada hari H kami semua akan tentu saja akan lebih introspeksi, lebih khidmat, akan lebih bisa menjaga diri kami untuk bisa lebih fokus dalam mengikuti acara kenegaraan tersebut,” kata Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Puan tidak mempersoalkan ekspresi kegembiraan anggota DPR dalam menyambut peringatan kemerdekaan. Namun, ia menempatkan ekspresi tersebut dalam konteks rangkaian Sidang Tahunan yang memiliki bagian resmi dan bagian perayaan.
Menurut Puan, aksi berjoget yang menjadi sorotan tahun lalu berlangsung secara spontan setelah agenda utama kenegaraan berakhir. Saat itu, rangkaian acara resmi yang meliputi pidato Presiden dan penyampaian RAPBN telah selesai.
“Dalam menyambut hari kemerdekaan harusnya kan kita bisa menyambutnya dengan gembira ya. Waktu itu kan sebenarnya itu secara spontan itu kita karena memang merasa gembira,” ujar Puan.
Ia menekankan bahwa ekspresi tersebut tidak berlangsung ketika agenda utama sidang sedang berjalan. Puan menyebut anggota DPR tetap mengikuti penyampaian pidato Presiden dan RAPBN dalam suasana resmi.
“Jadi tidak ada hal yang kemudian membuat kami sepertinya tidak menghargai, tidak menghormati dalam acara yang harusnya dilakukan secara khidmat atau resmi, karena memang acara resminya sudah selesai,” tuturnya.
Karena itu, Puan berharap Sidang Tahunan MPR tahun ini tetap berlangsung dalam suasana resmi tanpa menghilangkan nuansa perayaan Hari Kemerdekaan. Menurutnya, kedua suasana tersebut dapat ditempatkan sesuai dengan rangkaian acara.
“Namun ya tentu saja ada saat bagaimana mengekspresikan diri dalam mengekspresikan bahwa ini adalah hari kemerdekaan, ya tentu saja boleh dong kalau kemudian kami juga merasa gembira bahwa Indonesia alhamdulillah sudah merdeka 81 tahun,” ucap Puan.