Daerah

Banjir Brebes Lumpuhkan Akses Jalan, Warga Butuh Air Bersih Hingga Logistik

NU Online  ยท  Jumat, 27 Maret 2026 | 18:00 WIB

Banjir Brebes Lumpuhkan Akses Jalan, Warga Butuh Air Bersih Hingga Logistik

Sejumlah warga tengah membersihkan masjid dari genangan dan lumpur. (Foto: Ansor Ketanggungan)

Jakarta, NU Online

 

Intensitas hujan yang tinggi di wilayah selatan Kabupaten Brebes memicu luapan Sungai Babakan yang mengakibatkan banjir bandang di Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes pada Rabu (25/3/2026) malam.ย 

 

Selain merendam ribuan hunian warga, derasnya arus air juga menyebabkan sejumlah infrastruktur seperti jalan dan jembatan ikut terdampak.ย 

 

Bencana banjir ini tercatat merendam pemukiman di enam desa sekaligus, meliputi Desa Karangmalang, Ketanggungan, Cikeusal Lor, Padakaton, Dukuhturi, dan Buaran.

 

Di beberapa titik lokasi, ketinggian air dilaporkan mencapai pinggang orang dewasa atau sekitar satu meter, yang memaksa sebagian besar warga untuk segera mengungsi ke rumah kerabat yang lokasinya lebih tinggi atau ke posko darurat yang telah disediakan.

 

"Ribuan warga terdampak, dengan ketinggian air di beberapa titik mencapai hingga lebih dari 1 meter," kata Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Ketanggungan, Arif Rahman Wahidin kepada NU Online, Jumat (27/3/2026).

 

Upaya penanganan telah dilakukan oleh badan otonom (Banom) NU, seperti Ansor, Fatayat, dan Banser, bersama MWC NU Ketanggungan.ย 

 

Kegiatan yang dilakukan antara lain evakuasi warga dan pengamanan masjid, serta distribusi logistik berupa makanan dan air bersih sebanyak 500 paket.

 

MWCNU Ketanggungan juga membuat posko bantuan NU Peduli yang berlokasi di Gedung MWCNU Ketanggungan di jalan Bulakelor, Brebes.ย 

 

"Kami sedang melakukan pendataan warga terdampak dan koordinasi dengan pihak terkait," kata Arif.

 

Arif mengatakan saat ini warga terdampak membutuhkan makanan siap saji, air bersih, obat-obatan, dan alat kebersihan. "Saat ini kami masih terus melakukan distribusi bantuan dan pendataan agar penyaluran tepat sasaran," katanya.

 

Arif juga menyebutkan, kondisi jalan yang tertutup lumpur menyulitkan kendaraan untuk melintas. Selain itu, keterbatasan air bersih turut menjadi kendala bagi relawan dalam proses evakuasi.