Daerah

Dua Pekerja Meninggal Tertimbun Longsor saat Gali Fondasi Bangunan di Pekalongan

NU Online  ·  Kamis, 8 Oktober 2026 | 17:30 WIB

Dua Pekerja Meninggal Tertimbun Longsor saat Gali Fondasi Bangunan di Pekalongan

Dua orang meninggal dunia setelah tertimbun material tanah saat melakukan penggalian fondasi bangunan di Desa Tlagasana, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa (6/10/2026). (Foto: dok istimewa)

Jakarta, NU Online

Dua orang meninggal dunia setelah tertimbun material tanah saat melakukan penggalian fondasi bangunan di Desa Tlagasana, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa (6/10/2026).


Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan kedua korban tertimbun tanah galian pondasi yang longsor ketika sedang melakukan pekerjaan sekitar pukul 10.30 WIB.


Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Suar Pelita Panjaitan mengatakan longsor terjadi secara tiba-tiba saat kedua pekerja melakukan penggalian.


"Longsor terjadi saat dua orang sedang melakukan aktivitas penggalian pondasi. Secara tiba-tiba, tanah dari sisi galian bergerak dan menimbun keduanya. Peristiwa tersebut menyebabkan dua orang meninggal dunia," ujar Berton dalam keterangan yang diterima NU Online, Kamis (8/10/2026).


Tim gabungan kemudian melakukan evakuasi terhadap kedua korban. Jenazah keduanya telah diserahkan kepada keluarga masing-masing untuk dimakamkan.


Berton mengatakan BNPB belum memperoleh informasi rinci mengenai identitas kedua korban maupun kronologi lengkap kejadian. Petugas masih melakukan penanganan dan memeriksa kondisi lingkungan sekitar lokasi pascalongsor.


"Tim gabungan yang melibatkan BPBD Pekalongan masih melakukan kaji cepat dan proses evakuasi terhadap dampak bencana. Pemeriksaan dilakukan dengan menyisir kawasan sekitar lokasi kejadian untuk mengetahui kemungkinan munculnya zona rawan longsor baru," katanya.


Ia mengatakan kondisi tanah di sekitar lokasi juga menjadi perhatian karena terdapat bagian yang mengalami keretakan. Bersama warga, petugas melakukan penanganan sementara dengan menahan tanah menggunakan balok kayu untuk mengurangi risiko material kembali roboh.


BNPB Imbau Warga Waspada

BNPB mengimbau pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan dengan melakukan patroli dan pemantauan rutin di wilayah rawan tanah longsor.


"BNPB mengimbau pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan dengan melakukan patroli dan pemantauan rutin di wilayah rawan tanah longsor," tegas Berton.


Ia juga mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat melakukan aktivitas penggalian, terutama di wilayah dengan kondisi tanah miring. Penggalian sebaiknya dihentikan ketika terdapat tanda-tanda tanah labil karena dapat meningkatkan risiko longsor.


"Segera melaporkan kepada aparat setempat apabila menemukan tanda-tanda bahaya di lingkungan sekitar," pungkasnya.