Libur Sekolah, Orang Tua Manfaatkan Kelas Tambahan untuk Asah Potensi Anak
NU Online · Rabu, 1 Juli 2026 | 10:00 WIB
Orang tua manfaatkan momen libur sekolah untuk asah potensi anak melalui kelas menggambar (Foto: NU Online/Ayu Lestari)
Ayu Lestari
Kontributor
Rembang, NU Online
Libur sekolah dimanfaatkan banyak orang tua untuk mengikutkan anak dalam berbagai kelas pengembangan diri. Beragam program, mulai dari public speaking, melukis, modelling, vokal, hingga bimbingan belajar menjadi pilihan untuk mengisi waktu liburan sekaligus mengasah keterampilan anak di luar pendidikan formal.
Pengelola Kreavio Creative School, Bagas, mengatakan peserta yang paling banyak mengikuti kelas liburan berasal dari anak usia taman kanak-kanak (TK) dan sekolah dasar (SD) kelas awal.
Sebagai orang tua, Bagas juga mengikutkan anaknya dalam dua kelas selama masa liburan, yakni public speaking dan melukis. Menurutnya, libur sekolah merupakan waktu yang tepat bagi anak untuk mencoba pengalaman baru di luar rutinitas akademik.
"Menurut saya, waktu libur sekolah adalah kesempatan bagi anak untuk mencoba hal-hal baru di luar rutinitas belajar. Dengan begitu, soft skill mereka dapat diasah sekaligus memperoleh lingkungan, pengalaman, dan teman baru," ujar Bagas kepada NU Online, Selasa (30/6/2026).
Ia menambahkan, alasan yang paling sering disampaikan orang tua adalah keinginan memberikan aktivitas positif bagi anak agar tidak menghabiskan waktu bermain gawai.
"Lebih kepada memberi ruang bagi anak untuk mencoba hal baru. Yang paling sering kami dengar, daripada anak hanya di rumah dan terlalu lama bermain gawai," tambahnya.
Meski demikian, Bagas mengingatkan agar orang tua tidak memenuhi seluruh waktu liburan anak dengan berbagai kegiatan. Menurutnya, anak tetap membutuhkan waktu bermain dan menikmati masa libur sesuai kebutuhannya.
"Kalau kegiatan anak terlalu padat, saya khawatir mereka tidak bisa menikmati masa liburan. Anak juga tetap membutuhkan waktu bermain sesuai dengan kebutuhannya," ujarnya.
Karena itu, ia mengaku selalu memberikan ruang bagi anak untuk bermain dan tidak memaksanya mengikuti terlalu banyak kelas tambahan. Menurutnya, orang tua sebaiknya mengenali terlebih dahulu potensi anak sebelum memfasilitasi pengembangannya.
"Saya selalu memberi ruang bagi anak untuk bermain. Tidak memaksakan mengikuti banyak kelas. Kami melihat terlebih dahulu potensinya, lalu sebagai orang tua berupaya memfasilitasi pengembangannya," katanya.
Bagas menegaskan bahwa masa kanak-kanak tetap merupakan masa bermain sehingga orang tua tidak perlu berambisi memasukkan anak ke terlalu banyak kelas.
"Bagi kami sebagai orang tua, masa anak-anak adalah masa bermain. Karena itu, kami tidak terlalu berambisi mengikutkan anak ke berbagai kelas les," ungkapnya.
Sementara itu, salah seorang orang tua, Marlik, memilih tetap mengikutkan anaknya dalam sejumlah kelas selama liburan sekolah. Anaknya mengikuti kelas modelling, vokal, gitar, serta bimbingan belajar.
Menurut Marlik, keputusan tersebut diambil karena ia khawatir anak kehilangan kebiasaan belajar, melupakan materi pelajaran, dan menghabiskan terlalu banyak waktu bermain gawai. Meski demikian, ia tetap mengatur jadwal setiap kegiatan agar tidak saling berbenturan dan tetap sesuai dengan minat anak.
Bagi Marlik, berbagai keterampilan yang diperoleh melalui les maupun bimbingan belajar akan menjadi bekal yang bermanfaat bagi masa depan anak.
Ia juga mengaku memiliki kekhawatiran apabila anak tidak mengikuti kegiatan selama masa liburan. "Iya, karena anaknya akan jadi malas," ungkap Marlik kepada NU Online, Selasa (30/6/2026).
Untuk menjaga keseimbangan antara belajar, bermain, dan beristirahat, Marlik membagi waktu anaknya secara teratur.
"Biasanya saya atur dua jam pada sore dan malam hari untuk belajar, tiga jam untuk bermain, sedangkan sisanya untuk beristirahat," pungkasnya.
Perbedaan pandangan tersebut menunjukkan bahwa setiap orang tua memiliki cara masing-masing dalam memanfaatkan masa liburan anak. Namun, keseimbangan antara belajar, bermain, dan beristirahat tetap menjadi aspek penting agar tumbuh kembang anak berlangsung secara optimal.
Terpopuler
1
Kapten Timnas Iran Kritik FIFA, Sebut Piala Dunia 2026 'Bencana' dan Berjalan Tidak Adil
2
Pemerintah Tetapkan Logo Resmi HUT ke-81 RI, Ini Makna Desain dan Cara Unduhnya
3
5 Calon Manajer KDMP Meninggal, Bukti Pelatihan Militer bagi Sipil Tidak Relevan
4
Koalisi Sipil Desak Pemerintah Hentikan Latsarmil Calon Manajer KDMP
5
DPR Desak Latsarmil Calon Manajer Kopdes Dihapus, Negara Bisa Hemat Lebih dari Rp1 Triliun
6
Nikah Batin: Pernikahan yang Tidak Pernah Dikenal Syariat Islam
Terkini
Lihat Semua