Daerah MUKTAMAR KE-35 NU

Muslimat Nganjuk Bawa Hasil Olahan Bumi ke Expo dan Bazar Muktamar Ke-35 NU

NU Online  ·  Rabu, 26 Agustus 2026 | 17:35 WIB

Muslimat Nganjuk Bawa Hasil Olahan Bumi ke Expo dan Bazar Muktamar Ke-35 NU

Stan bazar Muslimat NU Nganjuk di kawasan Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Rabu (26/8/2026). (Foto: NU Online/

Jombang, NU Online 
Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Nganjuk turut meramaikan Expo dan Bazar Muktamar ke-35 NU di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, dengan menjual berbagai hasil bumi dan produk olahan masyarakat Nganjuk.


Salah satu pengurus Muslimat Kabupaten Nganjuk, Siti Mudawamah, mengatakan produk yang dijual di stan tersebut merupakan hasil bumi dan olahan masyarakat dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Nganjuk.


“Ini semua olahan dari Nganjuk asli. Dari Ranting Kertosono ada, dari Rejoso ada, jadi dari kecamatan-kecamatan itu. Kita terkumpul dalam UMKM Muslimat. Bukan Muslimat saja, tapi salah satunya ada Muslimat juga,” jelas Siti kepada NU Online di lokasi Expo dan Bazar Muktamar ke-35 NU, Selasa (25/8/2026).


Ia menjelaskan, stan Muslimat NU Nganjuk telah dibuka sejak 23 Agustus 2026 dan akan terus beroperasi hingga rangkaian Muktamar ke-33 NU berakhir pada 31 Agustus 2026.


“Setiap hari saya berangkat dari Nganjuk jam 10, terus sampai sini langsung buka. Kita buka sejak tanggal 23 dari awal sampai selesai, berarti sampai tanggal 31,” ungkapnya.


Siti juga menjelaskan sejumlah produk yang dibawa Muslimat NU Nganjuk untuk dijual selama Expo dan Bazar Muktamar NU ke-35. Produk tersebut tidak hanya berupa hasil bumi, tetapi juga berbagai olahan UMKM masyarakat Nganjuk.


“Produknya ada bawang merah ombyong Rp30 ribu per kilogram, bawang merah goreng, abon, sambal pecel, kopi, teh bunga telang, opak gapit, stick ubi ungu, kemiri, kerupuk gadung, merchandise, dan juga air mineral NUCless yang berasal dari mata air Nganjuk,” jelasnya.


Menurut Siti, keberagaman produk tersebut menunjukkan potensi hasil bumi dan UMKM yang dimiliki masyarakat Nganjuk. Ia menjelaskan stok produk akan kembali diambil dari Nganjuk apabila persediaan di stan habis karena pengiriman harus mempertimbangkan kondisi dan akses perjalanan karena produk yang dibawa memiliki bobot cukup berat.


Selain membawa produk UMKM dan hasil bumi, kehadiran Muslimat Nganjuk di Expo dan Bazar Muktamar ke-35 NU juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan sejumlah program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan Muslimat.


Siti menyebut Muslimat Nganjuk memiliki program unggulan Muslimat Cantik Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem (Mustika Mesem) serta program pendamping, yakni Muslimat Cantik Sadar Lingkungan (Mustika Darling) dan Mustika Segar. 


“Di Muslimat kita punya program unggulan, yaitu Mustika Mesem dan program pendampingnya. Dari Muslimat cabang atau kampung ada yang ingin meniru atau studi banding di Muslimat kita. Program itu sifatnya nasional,” jelasnya.


Melalui program tersebut, Muslimat tidak hanya berfokus pada pengentasan kemiskinan, tetapi juga mendorong kepedulian terhadap lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Salah satunya dilakukan melalui Mustika Darling, dengan kegiatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.


Pengambilan sampah dilakukan secara rutin setiap pekan. Pengurus bertugas mengambil, menimbang, sekaligus membayar sampah yang dikumpulkan warga dengan harga Rp1.500 per kilogram.


Sementara itu, Mustika Mesem diarahkan untuk membantu warga atau anggota Muslimat yang membutuhkan. Program ini menjadi bentuk kepedulian Muslimat dalam membantu masyarakat yang menghadapi kondisi ekonomi sulit.


“Mustika Mesem itu penyaluran bantuan untuk warga atau anggota Muslimat yang kurang mampu. Kita membantu agar warga Muslimat tersenyum,” pungkas Siti.