Tujuh Bulan Pascabanjir, Jembatan Kutablang di Bireuen Belum Pulih, Warga Bergantung Jembatan Apung
NU Online · Selasa, 30 Juni 2026 | 07:00 WIB
Helmi Abu Bakar
Kontributor
Bireuen, NU Online
Sudah lebih dari tujuh bulan sejak banjir bandang menerjang Kabupaten Bireuen pada akhir 2025, namun Jembatan Kutablang yang menjadi urat nadi Jalan Nasional Medan–Banda Aceh hingga kini belum berfungsi normal. Kondisi tersebut kembali memicu lumpuhnya arus transportasi setelah jembatan ditutup untuk pekerjaan perbaikan pada Ahad (28/6/2026).
Penutupan jembatan menyebabkan ribuan kendaraan dari dua arah terjebak kemacetan panjang. Antrean kendaraan mengular hingga sekitar empat kilometer dari arah Medan menuju Banda Aceh, sementara dari arah sebaliknya antrean mencapai sekitar dua kilometer. Truk logistik, bus antarkota, hingga kendaraan pribadi harus menunggu berjam-jam karena tidak dapat melintasi jembatan utama.
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat memanfaatkan Jembatan Kepala Hiu, sebuah jembatan apung yang dibangun secara swadaya oleh warga di kawasan Peusangan Selatan. Jembatan yang tersusun dari puluhan perahu dan papan kayu itu kini menjadi satu-satunya alternatif bagi kendaraan ringan untuk menyeberangi sungai.
Ketua PW GP Ansor Aceh, Azwar A. Gani, menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa dampak banjir bandang belum sepenuhnya berakhir bagi masyarakat Bireuen.
"Sudah lebih tujuh bulan masyarakat hidup dengan keterbatasan akibat rusaknya Jembatan Kutablang. Kini warga kembali harus bergantung pada jembatan apung. Ini bukan sekadar persoalan kemacetan, tetapi juga menyangkut kelancaran ekonomi, distribusi logistik, dan aktivitas masyarakat," ujarnya.
Menurut Azwar yang juga merupakan warga Kabupaten Bireuen, Jalan Nasional Medan–Banda Aceh merupakan jalur strategis yang menghubungkan Aceh dengan Sumatera Utara. Ketika akses tersebut terganggu, dampaknya dirasakan hampir seluruh sektor, mulai dari perdagangan, transportasi, hingga pelayanan publik.
Ia mengapresiasi inisiatif masyarakat yang membangun jembatan apung secara swadaya sebagai solusi sementara. Namun, menurutnya, kondisi tersebut tidak dapat dijadikan solusi jangka panjang karena hanya mampu dilalui sepeda motor dan mobil pribadi secara bergantian, sedangkan kendaraan bertonase besar tidak dapat melintas.
"Semangat gotong royong masyarakat patut diapresiasi. Kehadiran jembatan apung sangat membantu warga. Namun pemerintah juga perlu mempercepat penanganan permanen agar mobilitas masyarakat kembali normal," katanya.
Azwar berharap pemerintah pusat bersama pemerintah daerah memberikan perhatian serius terhadap percepatan rehabilitasi Jembatan Kutablang. Menurutnya, keterlambatan penyelesaian infrastruktur strategis berpotensi menghambat pemulihan ekonomi masyarakat yang masih berupaya bangkit pascabanjir bandang.
Ia juga mengingatkan bahwa Aceh membutuhkan infrastruktur yang tangguh terhadap bencana mengingat tingginya risiko banjir di sejumlah wilayah.
"Musibah memang tidak bisa dihindari, tetapi proses pemulihan harus berjalan cepat. Infrastruktur yang kuat akan menjadi penopang kehidupan masyarakat sekaligus menjaga kelancaran distribusi kebutuhan pokok dan aktivitas ekonomi," ujarnya.
Hingga kini, masyarakat masih berharap Jembatan Kutablang segera kembali berfungsi normal sehingga ketergantungan terhadap jembatan apung dapat segera berakhir. Bagi warga Bireuen, pulihnya jembatan tersebut bukan hanya soal terbukanya akses jalan, tetapi juga menjadi simbol bangkitnya kehidupan setelah musibah banjir bandang yang melanda lebih dari tujuh bulan lalu.
Terpopuler
1
Pemadaman Listrik dan Pergeseran Tanggung Jawab Negara atas Barang Publik
2
Muktamar Ilmu Pengetahuan 2026 di UIN Sunan Kudus Perkuat Konsolidasi Ilmuwan NU untuk Transformasi Sosial
3
Gempa Magnetudo 5,6 Guncang Pacitan, Terasa hingga Yogyakarta
4
Muktamar Ilmu Pengetahuan IV Dorong Lahirnya Gagasan Strategis untuk Bangsa
5
Kapten Timnas Iran Kritik FIFA, Sebut Piala Dunia 2026 'Bencana' dan Berjalan Tidak Adil
6
Mulai 1 Juli 2026, Kemenhaj Alihkan Seluruh Penerbangan Umrah dan Haji Khusus ke Terminal 2F
Terkini
Lihat Semua