Home Tafsir Mimpi Haji, Umrah & Qurban Doa Tasawuf/Akhlak Jenazah Khutbah Ekonomi Syariah Ilmu Hadits Shalawat/Wirid Lainnya Doa Bahtsul Masail Ilmu Tauhid Nikah/Keluarga Zakat Hikmah Tafsir Sirah Nabawiyah Ubudiyah

Doa untuk Segala Penyakit, Termasuk Sesak Nafas karena Covid-19

Doa untuk Segala Penyakit, Termasuk Sesak Nafas karena Covid-19
doa untuk segala penyakit, termasuk sesak nafas karena Covid-19
doa untuk segala penyakit, termasuk sesak nafas karena Covid-19

Manusia tak selamanya sehat. Terkadang Allah mengujinya dengan sakit. Bahkan Rasulullah saw sebagai manusia terbaik di muka bumi pun pernah merasakan sakit. Untuk itu, sebagai orang yang beriman perlu adanya ikhtiar lahir dan batin. Ikhtiar lahir dengan berobat, sedangkan ikhtiar batin dengan berdoa. Di antaranya dengan doa untuk segala penyakit, termasuk sesak nafas karena Covid-19.

 


Doa adalah senjata bagi orang mukmin, sebagaimana hadits Rasulullah saw yang diriwayatkan Sayyidina Ali bin Abi Thalib ra:


اَلدُّعَاءُ سِلَاحُ الْمُؤْمِنِ وَعِمَادُ الدِّينِ وَنُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ (رواه أبو يعلى والحاكم وصححه)


Artinya: “Doa adalah senjata seorang Mukmin dan tiang (pilar) agama serta cahaya langit dan bumi. (HR. Abu Ya’la dan al-Hakim, dan ia menilainya sebagai hadits shahîh).

 
Dalam hal ini Wakil Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, KH Achmad Chalwani Nawawi, menyebut ayat Al-Qur’an yang dapat dijadikan ikhtiar untuk penyembuhan berbagai penyakit, termasuk sesak nafas karena terpapar Covid-19, yaitu firman Allah:


يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاۤءَتْكُمْ مَّوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَشِفَاۤءٌ لِّمَا فِى الصُّدُوْرِۙ وَهُدًى وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَ


Yā ayyuhan-nāsu qad jā`atkum mau'iẓatum mir rabbikum wa syifā`ul limā fiṣ-ṣudụri wa hudaw wa raḥmatul lil-mu`minīn.


Artinya, “Wahai manusia, sungguh telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur'an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman.” (QS. Yunus: 51).

 


Tata caranya seperti dijelaskan Kiai Chalwani, ayat di atas dibaca sehari 100 kali. 


“Bisa dicicil; bisa malam, bisa siang; bisa sambil jalan-jalan, bebas,” terang Mursyid Tarekat Qadiriyyah/ Naqsyabandiyyah Berjan, Purworejo. 


Ia mendapat ijazah doa itu dari al-‘Arif Billah al-Mursyīd wal Khalifah Thariqatisy Syadziliyyah KH Ahmad Abdul Haq Dalhar (1928-2010) atau yang lebih dikenal dengan Mbah Mad, Watuconogol, Muntilan, Magelang.

 


Sebagai tambahan, kitab Kifāyatul Awām mengisahkan Nabi Musa as ketika sakit gigi. Singkat cerita, ia berdoa mengadu kepada Allah swt. Kemudian Allah memberitahu rumput tertentu sebagai obatnya. Setelah meletakkan di atas giginya, ia diberi kesembuhan. Ketika sakit giginya kambuh lagi, ia langsung mencari dan menggunakan rumput yang sama itu, tanpa berdoa terlebih dulu. Bukannya sembuh, malah tambah sakit. Kemudian Nabi Musa as diingatkan bahwa yang memiliki kekuatan menyembuhkan adalah Allah swt. (Ahmad Naufa Khoirul Faizun)
 


Terkait

Doa Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya