Juhainah: Kisah Manusia Terakhir yang Keluar dari Neraka
NU Online ยท Ahad, 28 Desember 2025 | 20:05 WIB
Sunnatullah
Kolumnis
Dalam Islam, akhir perjalanan manusia hanya bermuara pada dua tempat: surga atau neraka. Surga menjadi dambaan setiap jiwa; di sanalah terhampar kenikmatan yang tak bertepi dan kebahagiaan yang tidak pernah terusik oleh duka. Tempat mulia ini Allah janjikan bagi hamba-hamba-Nya yang senantiasa menaati perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Adapun neraka, ia adalah tempat siksaan yang tiada berakhir. Di dalamnya terdengar jeritan dan tangisan akibat pedihnya azab, disertai penyesalan mendalam atas dosa-dosa yang dahulu dilakukan di dunia. Neraka Allah sediakan bagi mereka yang menyekutukan Allah, mengabaikan kewajiban, serta terus-menerus melanggar larangan perintah.
Jika rasa takut akan neraka membuat hati kita gemetar, kisah Juhainah kiranya dapat menjadi penenang. Ia mengingatkan bahwa rahmat Allah sangat luas dan harapan tidak pernah tertutup bagi hamba yang bersandar kepada-Nya.
Sebagaimana yang dicatat oleh Imam Jalaluddin as-Suyuthi (wafat 911 H) dalam kitab Jamiโul Ahadits perihal salah satu hadits Rasulullah yang berasal dari Ibnu Umar, bahwa Juhainah merupakan nama seorang laki-laki terakhir yang masuk surga. Dalam riwayat tersebut dijelaskan:
ุขุฎูุฑู ู ููู ููุฏูุฎููู ุงููุฌููููุฉู ุฑูุฌููู ู ููู ุฌูููููููุฉ ููููุงูู ูููู ุฌูููููููุฉ
Artinya, โOrang terakhir yang masuk surga adalah seorang laki-laki dari suku Juhainah, yang bernama Juhainah.โ
Namun, riwayat dengan redaksi di atas dinilai batil oleh Imam ad-Daruquthni dalam kitab Jamiโul Ahadits, jilid I, halaman 23, karena adanya kelemahan pada sanad dan matannya. Kendati demikian, makna kisah tentang orang terakhir yang masuk surga tidak serta-merta gugur, karena terdapat riwayat lain yang menjelaskan peristiwa tersebut dengan uraian lebih detail, serta dinilai sahih oleh para ulama hadits.
Riwayat inilah yang kemudian lebih banyak dijadikan rujukan dan diabadikan oleh para ulama ahli hadits dalam kitab-kitab ensiklopedia hadits yang mereka tulis, salah satunya adalah oleh Imam Muslim dalam Kitab Shahih Muslim, cetakan Beirut: Darul Afaq al-Jadidah, jilid I, halaman 119.
Riwayat ini berasal dari Sahabat Ibnu Masโud radiyallahu โanhu, bahwa suatu saat Rasulullah bercerita tentang seorang lelaki terakhir yang keluar dari neraka dalam keadaan yang sangat lemah. Dalam perjalanan keluar itu, terkadang ia berjalan tertatih, tersungkur jatuh, dan terkadang tubuhnya masih tersambar panas api neraka.ย
Namun ketika akhirnya berhasil melewati neraka itu, ia menoleh ke belakang seraya berkata dengan penuh syukur;
ุชูุจูุงุฑููู ุงูููุฐูู ููุฌููุงููู ู
ููููู ููููุฏู ุฃูุนูุทูุงูููู ุงูููููู ุดูููุฆูุง ู
ูุง ุฃูุนูุทูุงูู ุฃูุญูุฏูุง ู
ููู ุงูุฃููููููููู ููุงูุขุฎูุฑูููู
Artinya, โMaha Melimpah Anugerah Zat yang telah menyelamatkanku darimu. Sungguh Allah telah memberiku sesuatu yang tidak pernah Dia berikan kepada seorang pun dari umat terdahulu maupun yang akan datang.โ
Setelah keluar, tiba-tiba tampak di hadapannya sebuah pohon tinggi yang sangat rindang, dan di bawahnya mengalir sungai kecil yang jernih. Ia tahu dirinya kehausan dan tubuhnya letih, keinginan untuk berteduh dan meminum air yang mengalir di bawahnya pun muncul saat itu. Maka ia memohon kepada Allah dengan sisa-sisa suara yang ia miliki:
โWahai Tuhan-ku, dekatkanlah aku ke pohon itu agar aku bisa bernaung di bawah naungannya dan minum dari airnya.โ Maka Allah berfirman kepadanya: โWahai anak Adam, jika Aku mengabulkan permintaanmu, barangkali kamu akan meminta yang lain lagi?โ
Laki-laki tersebut menjawab, โTidak, wahai Tuhan-ku.โ Ia pun berjanji kepada-Nya untuk tidak meminta yang lain lagi. Maka Allah mendekatkannya ke pohon itu, lalu ia bernaung di bawah naungannya dan minum dari airnya.
Kemudian, di hadapannya tampak sebuah pohon yang lebih indah dan lebih rindang dari yang pertama, serta air yang mengalir di bawahnya lebih bersih dari sebelumnya. Maka ia berkata;
ย โWahai Tuhan-ku, dekatkanlah aku ke pohon ini agar aku bisa minum dari airnya dan bernaung di bawah naungannya. Aku tidak akan meminta yang lain lagi.โ
Maka Allah berfirman kepadanya, โWahai anak Adam, bukankah kamu telah berjanji kepadaku untuk tidak meminta yang lain lagi? Barangkali jika Aku mendekatkanmu ke sana, kamu akan meminta yang lain lagi.โ Ia pun berjanji kepada-Nya untuk tidak meminta yang lain lagi. Maka Allah mendekatkannya ke pohon itu, lalu ia bernaung di bawah naungannya dan minum air yang mengalir di bawahnya.
Kemudian diperlihatkan kepadanya pohon ketiga yang berada di dekat pintu surga, dan pohon ini jauh lebih indah daripada dua pohon sebelumnya. Maka laki-laki itu berkata, โWahai Tuhan-ku, dekatkanlah aku ke pohon ini agar aku bisa bernaung di bawah naungannya dan minum dari airnya. Aku tidak akan meminta yang lain lagi.โ
ย ย
Allah berfirman, โWahai anak Adam, bukankah kamu telah berjanji kepadaku untuk tidak meminta yang lain lagi?โ Ia menjawab, โBenar, wahai Tuhan-ku. Kali ini aku tidak akan meminta yang lain lagi.โ Maka Allah mendekatkannya ke pohon yang tempatnya berada di dekat surga itu.ย
Namun ketika sudah dekat, ia mendengar suara-suara penduduk surga, mulai dari tawa mereka, nyanyian mereka, hingga kegembiraan mereka. Laki-laki itu pun ingin bergabung dengan mereka, kemudian berkata kepada Tuhannya: โWahai Tuhan-ku, masukkanlah aku ke dalamnya.โ
Maka Allah berfirman kepadanya, โWahai anak Adam, apa yang bisa menghentikanmu dariku? Apakah kamu akan puas jika Aku memberimu dunia dan seisinya?โ Ia pun menjawab, โWahai Tuhan-ku, apakah Engkau mengejekku padahal Engkau adalah Tuhan semesta alam?โ
Di titik ini, tiba-tiba Rasulullah tertawa di hadapan para sahabat yang sedang mendengarkan kisah tersebut. Mereka pun bertanya, โMengapa engkau tertawa, wahai Rasulullah?โ Rasulullah menjawab:
ู
ููู ุถูุญููู ุฑูุจูู ุงููุนูุงููู
ูููู ุญูููู ููุงูู ุฃูุชูุณูุชูููุฒูุฆู ู
ููููู ููุฃูููุชู ุฑูุจูู ุงููุนูุงููู
ูููู ููููููููู ุฅููููู ูุงู ุฃูุณูุชูููุฒูุฆู ู
ููููู ูููููููููู ุนูููู ู
ูุง ุฃูุดูุงุกู ููุงุฏูุฑู
Artinya, โKarena Tuhan semesta alam tertawa ketika hamba itu berkata, โApakah Engkau mengejekku, padahal Engkau Tuhan semesta alam?โ Maka Allah berfirman, โAku tidak mengejekmu, tetapi Aku Mahakuasa atas apa pun yang Aku kehendakiโ.โ
Kisah di atas merupakan bagian dari sabda Rasulullah. Semoga kita dapat mengambil hikmah dan memetik pelajaran darinya.
---------------
Sunnatullah, Pengajar di Pondok Pesantren Al-Hikmah Darussalam Durjan Kokop Bangkalan Jawa Timur.
ย
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-DIY Tolak Politik Uang dalam Proses Muktamar NU
2
Kompensasi kepada Pemilih dengan Dalih Transportasi atau Ongkos Kerja untuk Memengaruhi Pilihan adalah Haram dan Suap
3
RAPBN 2027 Dana Pendidikan Rp240 Triliun untuk MBG, JPPI: Jangan Pelintir Putusan MK
4
Jusuf Kalla Buka Suara soal Kerusuhan di Aceh: Konflik Internal, Bukan ke Pemerintah Pusat
5
Data Terbaru Gempa M7,7 NTT: 54 Meninggal Dunia, 199 Luka-Luka, 9 Ribu Warga Mengungsi
6
Jusuf Kalla Imbau Masyarakat Aceh Jaga Kondusivitas usai Kerusuhan dan Pengibaran Bendera GAM Sabtu
Terkini
Lihat Semua