A lesson from Abdurrahman bin Auf
In a hadith narrated by Abu Dawud mentioned, Abdurrahman bin Auf is one of the ten companions of Prophet Muhammad who is guaranteed in to heaven.
Kumpulan artikel kategori Hikmah
In a hadith narrated by Abu Dawud mentioned, Abdurrahman bin Auf is one of the ten companions of Prophet Muhammad who is guaranteed in to heaven.
Kriteria ulama yang dapat diikuti tentu saja yang mewarisi akhlak Nabi Muhammad dan mampu mewujudkan kehidupan yang lebih baik dengan ilmu-ilmu yang dimilikinya, tidak membuat kerusakan di muka bumi, mampu hidup berdampingan dengan sesama makhluk Allah SWT, dan lain sebagainya.
Abdurrahman bin Auf juga bertugas untuk menjamin kesejahteraan dan kebutuhan keluarga para istri nabi (ummahatul mukminin) setelah Nabi Muhammad saw. wafat. Termasuk, menjaga keselamatan dan memberikan pengawalan manakala mereka bepergian. Dan masih banyak lagi cerita tentang kedermawanan Abdurrahman.
Kemuliaan itu tampak pada muka mereka yang ikut bercahaya. Muka bercahaya itulah bekas sujud mereka. Bukan semata bekas sujud dalam artian tanda atau simbol di jidat.
Jurjis berhasil mengobati penyakit Khalifah al-Manshur. Ia menerima 10 ribu dinar dari sang khalifah sebagai imbalannya. Ditambah, Jurjis juga diminta untuk menjadi dokter istana, di samping menjadi penerjemah yang bertugas menerjemahkan buku-buku berbahasa Yunani ke dalam bahasa Arab.
Nabi tidak pernah memaksakan Islam dalam dakwahnya. Ia menghadirkan kebenaran Islam dalam akhlak mulianya sehingga Islam diterima oleh siapa pun.
Umar bin Abdul Aziz menangis tersedu-sedu. Fatimah binti Abdul Malik, istrinya, yang menyaksikan peristiwa itu pun tak kuasa menahan tangis.
Imam Ahmad bin Hanbal dan Imam Bukhari meriwayatkan sebuah hikayat dua laki-laki dari kalangan Bani Israil yang terlibat dalam transaksi utang-piutang. Kisah yang tertuang dalam hadits shahih ini menampilkan sebuah perilaku yang unik namun sekaligus mengandung pesan mendalam.
Berdasarkan ajaran Al-Ghazali itulah para penganut taswauf di Jawa pada abad ke-19 dan abad ke-19 mengajarkan tiga tingkatan bersuci dan empat tingkatan sembahyang yang bukan hanya sekadar aktivitas lahiriah semata, tetapi juga proses batiniah.
Mengenai rakyat, penguasa, dan ulama, Al-Ghazali dalam kitab At-Tibbr al-Masbuk fi Nasihat al-Muluk atau Nasihat Bagi Penguasa menjelaskan bahwa watak dan perangai rakyat merupakan buah atau hasil dari watak dan perangai pemimpinnya.
Dari Pak Adib aku belajar tentang praktik tawadhu’ khususnya dari pengalaman beliau memboncengkan aku dengan sepeda onthel. Beliau ngos-ngosan memang, tapi keikhlasannya sangat aku rasakan. Beliau pasti memiliki banyak referensi, misalnya hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang diriwayatkan dari Abdullah bin Umar radliyallahu ‘anhu:
Halal bi halal baru menyelesaikan aspek moral saja dan tidak sekaligus aspek hukumnya. Rasulullah telah memberikan keteladanannya bahwa persoalan hukum terhadap seseorang sebaiknya diselesaikan secara hukum dan bukan sekadar meminta maaf.