Gus Mus: Lagu NU Habib Syech Masih Kurang
Malam itu KH Mustofa Bisri atau Gus Mus mengisi pengajian di acara haul Ibu Nyai Hasyimah Munawwir, istri Alm. KH Ali Maksum Krapyak Yogyakarta. Di situ pula hadir Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf.
Kumpulan artikel kategori Humor
Malam itu KH Mustofa Bisri atau Gus Mus mengisi pengajian di acara haul Ibu Nyai Hasyimah Munawwir, istri Alm. KH Ali Maksum Krapyak Yogyakarta. Di situ pula hadir Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf.
Ini cerita datang dari kiai muda. KH Nur Kholis namanya. Ia merupakan pengasuh pesantren At-Taqie di Jepara. Tahun 2009 ia "dipanggil" Allah SWT untuk melaksanakan rukun Islam kelima, haji.
Tiga pemuda Desa Maju Mundur, berniat meminang Aisyah, sang kembang desa. Namun, untuk mendapatkan gadis pujaan, mereka mesti menghadap ke ayah Aisyah
Pemerintah mewajibkan perusahaan rokok memasang gambar seram tengkorak sebagai pertanda akibat buruk merokok. Nah gambar itu menjadi bahan jagongan hangat para tamu saat lebaran di rumah seorang kiai kampung.
Menjelang pelaksanaan shalat idul fitri, seorang sesepuh yang ditunjuk sebagai imam dan khotib, menyampaikan beberapa penjelasan atau semacam tips terkait shalat id.
Cak Tain dipilih sebagai ketua rombongan umroh. Salah satu anggota rombongan bernama Mamat. Orangnya sangat lugu, bahkan bisa dikatakan terlalu lugu.
Udin : Pak ustadz, gimana sih caranya imam mengetahui keinginan makmum saat shalat tarawih” Ustadz: Maksudmu Din?
Menjelang Ramadhan, seperti biasa warga di Kampung Maju Mundur membicarakan kapan mulai puasa Ramadhan. Tak terkecuali, Joko, Mahmud, dan beberapa kawan-kawanya juga ikut membicarakannya.
Sebagai guru bangsa, menurut banyak kalangan, ilmu Gus Dur sangat komprehensif. Tak terkecuali sebagai pemerhati sepakbola. Hal ini dibuktikan dengan puluhan tulisan kritisnya dalam menganalisis sebuah pertandingan sepakbola setingkat Piala Dunia.
Gus Dur memberikan penjelasan kepada Kang Maman Imanulhaq tetang klasifikasi gila. Kata Gus Dur, gila itu banyak macamnya. Ada gila karena kerjaan, gila karena urusan organisasi dan lain-lain. Gusdur pun menceritakan kisahnya. Dulu Dr. Fahmi Dja'far Saifuddin (putra KH Saifuddin Zuhri) datang ke rumah Gus Dur pada pukul 02.30 WIB. "Mas...Mas...barusan di Jakarta Utara, di Tanjung Priok ada pertengkaran antarpengurus NU. Ayo kita ke sana Mas!” Gus Dur menjawab, “Mas Fahmi, kalau dari jam 6 pagi-6 sore ngurusi NU, itu namanya senang dan cinta dengan NU.” “Kalau jam 6 sore-12 malam masih ngurusi NU maka disebut orang gila NU. Tapi sudah jam 12 malam masih tetap ngurusi NU berarti NU gila,” kata Gus Dur, bercanda. (Ahmad Rosyidi)
Suatu hari KH Sya’roni Ahmadi Kudus, Jawa Tengah ketamuan seseorang yang baru datang dari Mekah. Sang tamu bercerita bahwa Imam shalat rawatib di Masjidil Haram, khususnya pada shalat maghrib, isya’ dan shubuh tidak membaca basmalah pada saat membaca surat Al Fatihah. Tampaknya sang tamu ingin menegaskan kepada Kiai Sya’roni bahwa membaca Al Fatihah tanpa basmalah itu lebih utama.
Suatu ketika seorang wartawan bertanya kepada Gus Dur soal kecerdasannya yang dikenal oleh masyarakat nasional sampai internasional.