Mendulang Pahala dengan Buka Puasa Bersama
Ada satu budaya yang sering dilakukan oleh masyarakat Muslim di Indonesia saat bulan Ramadhan; buka bersama atau dalam bahasa gaul kaum muda sering disebut dengan singkatan “bukber”.
Temukan semua artikel keislaman terbaru
Ada satu budaya yang sering dilakukan oleh masyarakat Muslim di Indonesia saat bulan Ramadhan; buka bersama atau dalam bahasa gaul kaum muda sering disebut dengan singkatan “bukber”.
“Tidak boleh melaksanakan Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar selain orang yang memiliki tigas sifat: lemah lembut dalam menyuruh dan lemah lembut dalam melarang, adil dalam menyuruh dan adil dalam melarang, memiliki ilmu tentang apa yang disuruhnya dan memiliki ilmu tentang yang dilarangnya (Syeikh Dr Ahmad Farid, Manajemen Qalbu Ulama Salaf, 245, 2008).
Jalaluddin as-Suyuthi dalam kitab ad-Durul Mantsûr fît Tafsîril Ma’tsûr mengutip sejumlah riwayat tentang kisah pertobatan Nabi Adam. Ketika diusir dari surga dan jatuh ke bumi, beliau mendatangi Ka’bah dan shalat dua rakaat, kemudian berdoa, dalam untaian doa yang indah:
Bahkan dalam pandangan Imam Syafi’i, walaupun hanya sesaat selama dibarengi oleh niat yang suci, namun Nabi Muhammad selalu melakukannya pada sepuluh hari dan malam terakhir bulan puasa. Di sanalah beliau bertadarus dan merenung sambil berdoa.
Di dalamnya para jamaah mendengarkan nasihat-nasihat ketakwaan dalam khutbah Jumat. Yang saya tanyakan, bagaimana hukumnya kalau seorang khatib mengangkat masalah politik praktis dan menjelek-jelekan orang lain terutama politikus dan partai tertentu terlebih lagi di tengah pilpres, pilkada, pilbup? Atas penjelasannya kami ucapkan terima kasih.
Apakah seruan dengan suara keras setiap setelah dua rekaat sholat tarawih itu bidah atau tidak? Contoh, تَرَضُواعَن سَيِّدناَ أَبِي بَكَر الصِدِيْق dan kemudian orang-orang yang sholat menjawab, رَضِيَ اللّه عَنْه Apa hukumnya hal tersebut menurut Islam?
Saking besar keutamaannya, para ulama sangat menganjurkan untuk memperbanyak ibadah pada sepuluh akhir Ramadhan. Menurut Zainuddin Al-Malibari dalam Fathul Mu’in, ada tiga amalan utama yang mesti dilakukan pada sepuluh akhir Ramadhan.
Penghormatan terhadap guru sangat dianjurkan di dalam Islam. Penghormatan ini dapat diekpresikan dengan berbagai macam cara. Di antaranya, mencium tangan guru, membawa tas dan kitab mereka ke dalam kelas, memapah dan membantu mereka berjalan.
Telah dikemukakan bahwa Nabi Muhammad menganjurkan sambil mengamalkan i’tikaf di masjid dalam rangka melakukan perenungan dan penyucian jiwa. Masjid adalah tempat suci, tempat segala aktivitas kebajikan bermula. Di masjid, seseorang diharapkan merenung tentang diri dan masyarakatnya.
KH Maimun Zubair entah sejak kapan beristiqomah berangkat haji setiap tahunnya. Keterbatasan quota ONH tak pernah menghalangi beliau. Apa pun jalan yang mungkin, beliau tak ragu menempuhnya. Visa jenis apa pun beliau mau. Tak ada visa haji, visa ziarah pun boleh. Bahkan pernah beliau harus berangkat dengan visa tenaga kerja musiman.
Pelaksanaan shalat witir setelah shalat tarawih lazim dilakukan umat Islam untuk mengisi malam Ramadhan. Beberapa orang terkadang kembali terlebih dahulu dari masjid setelah melaksanakan shalat tarawih, dengan maksud ingin melaksanakan shalat witir di rumah mereka masing-masing. Hal ini mengingat ada beberapa dalil anjuran mengerjakan shalat witir di akhir malam.
Saat itu merupakan momen pertama kali Nabi SAW menemukan malam lailatul qadar. Ketika jiwa beliau telah mencapai kesuciannya, turunlah Al-Ruh (Jibril) membawa ajaran dan membimbing Nabi sehingga terjadilah perubahan total dalam perjalanan hidup beliau bahkan perjalanan hidup umat manusia.