Pemilu Perdana Muslim Bangsamoro di Filipina, Empat Kandidat Menang di Basilan
NU Online · Rabu, 16 September 2026 | 15:00 WIB
Jakarta, NU Online
Empat kandidat ditetapkan sebagai pemenang di empat daerah pemilihan parlemen Provinsi Basilan dalam Pemilihan Parlemen Bangsamoro (BPE) pertama yang digelar pada Senin, (14/9/2026). Tiga di antaranya berasal dari Bangsamoro Federalist Party (BFP), sedang satu lainnya dari United Bangsamoro Justice Party (UBJP).
Pejabat pelaksana tugas pengawas pemilihan tingkat Provinsi Basilan Miguel Roberto Dela Pena mengatakan bahwa penetapan dilakukan berdasarkan hasil resmi pemungutan suara. Empat kandidat yang ditetapkan sebagai pemenang yakni Rima Hassan dari BFP untuk Daerah Pemilihan 1, Paisal Sali dari UBJP untuk Daerah Pemilihan 2, Abrar Hataman dari BFP untuk Daerah Pemilihan 3, dan Jimael Hataman Salliman dari BFP untuk Daerah Pemilihan 4.
“Petugas pemilihan, kerabat para pemenang, dan pemangku kepentingan lainnya menyaksikan penetapan tersebut di Kompleks Capitol lama,” ujar Dela Pena dikutip dari Philippine News Agency, Rabu (16/9/2026).
Penetapan para pemenang menjadi bagian dari transisi Bangsamoro menuju pemerintahan parlementer. Untuk pertama kalinya, penduduk Wilayah Otonom Bangsamoro di Muslim Mindanao (BARMM) memilih langsung wakil mereka melalui pemilu, menggantikan sistem penunjukan yang sebelumnya berlaku.
Di Basilan, partisipasi pemilih tercatat 78,32 persen. Provinsi tersebut memiliki 284.244 pemilih terdaftar. Hampir seluruh wilayah Basilan berada dalam cakupan politik BARMM, kecuali Kota Isabela yang merupakan ibu kota provinsi. Pelaksanaan pemilu di Basilan juga disaksikan lima pengamat pemilu internasional.
Ketua Moro Islamic Liberation Front (MILF) sekaligus Presiden UBJP Ahod Balawag Ebrahim menyambut hasil pemilu parlemen pertama tersebut. Ebrahim, berharap pemilu menghasilkan kepemimpinan Bangsamoro yang bersatu dan mampu menjaga perdamaian serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Hal ini menunjukkan transformasi dari pengorbanan, kegigihan, dan upaya teguh selama berpuluh-puluh tahun demi penentuan nasib sendiri menjadi sebuah mandat demokratis bagi kepemimpinan MILF,” ujar Ebrahim sebagaimana dikutip PNA.
Menurut dia, pemilu tersebut tidak menandai berakhirnya perjuangan Bangsamoro. Sebaliknya, proses politik melalui parlemen menjadi fase baru untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Bangsamoro.
“Proses pemilihan ini bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan babak baru dalam memajukan aspirasi Bangsamoro melalui keterlibatan politik yang damai, demokratis, dan berlandaskan prinsip,” katanya.
Komisi Pemilihan Umum mengumumkan UBJP memperoleh 15 kursi di Parlemen Bangsamoro. Partai tersebut juga meraih sejumlah kursi melalui kandidat sektoral yang mewakili kelompok pemuda, perempuan, ulama, tokoh adat, dan komunitas pendatang.
Terpopuler
1
Menkeu Suahasil: Keuangan Negara Harus Bisa Jalankan Program Prioritas Pemerintah
2
137 Mahasantri Ma'had Aly Lolos Seleksi Administrasi Beasiswa Berkah Muktamar Ke-35 NU
3
Prabowo Bicara Ketahanan di BRICS, Rakyat Indonesia Masih Menghirup Asap Karhutla
4
Menteri Agama Lantik Basnang Said Jadi Dirjen Pesantren Pertama
5
Di KTT BRICS, Prabowo Dorong Global South Bersatu
6
Data Antrean Haji Dibersihkan, Masa Tunggu Faktual Diperkirakan 14-15 Tahun
Terkini
Lihat Semua