Jateng

Poli Stem Sell dan Riset Kanker Resmi Jadi Layanan RSINU Demak

NU Online  ·  Ahad, 12 Juli 2026 | 06:00 WIB

Poli Stem Sell dan Riset Kanker Resmi Jadi Layanan RSINU Demak

Direktur RSINU Demak, dr. Abdul Aziz dan Direktur CSSR Indonesia, dr. Rita Agustina menekan tombol digital dalam peresmian poli. Foto: dokumentasi

​​​​​​DEMAK, NU Online Jateng

Rumah Sakit Islam Nahdlatul Ulama (RSINU) Demak memperluas fasilitas layanan kesehatan kepada masyarakat dengan membuka Poli Stem Cell & Cancer Research (SCCR) atau terapi berbasis stem sell dan riset kanker.

 

Peluncuran Poli SCCR diawali dengan Workshop - Advance Stem Cells Secretome In Clinical Practice yang diselenggarakan RSINU Demak di Hotel Amantis Demak Sabtu (11/7).

 

Direktur RSINU Demak, Abdul Aziz mengatakan dengan dibukanya poli SCCR pada hari ini, maka hingga sekarang RSINU Demak dalam operasionalnya memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat didukung 16 poli kesehatan.

 

"Poli SCCR ini merupakan bagian dari upaya RSINU Demak dalam merespon dinamika perkembangan ilmu kedokteran yang dalam beberapa dekade terakhir berlangsung sangat cepat," kata dokter Aziz saat menyampaikan sambutan dalam kegiatan ini.

 

Menurutnya, jika dahulu pelayanan kesehatan hanya berfokus pada mengobati penyakit, kini paradigma telah berkembang menjadi 4 P Medicine,meliputi, Predictive Medicine (memprediksi risiko penyakit), dan Preventive Medicine (mencegah penyakit).

 

Selain itu, lanjutnya, Personalized Medicine (terapi yang disesuaikan dengan kondisi setiap pasien) dan Participatory Medicine (melibatkan pasien dalam pengambilan keputusan).

 

Melalui stem sell ini pada diri dapat dilakukan Regenerative Medicine yang berupaya membantu memperbaiki atau meregenerasi jaringan dan fungsi organ pada kondisi tertentu melalui pendekatan ilmiah yang terus berkembang.

 

Dia menambahkan, terapi berbasis SCCR bukanlah terapi ajaib dan bukan pula terapi yang dapat menjamin kesembuhan semua penyakit. Dalam dunia kedokteran modern, setiap terapi harus diberikan berdasarkan indikasi medis yang tepat, bukti ilmiah, pertimbangan dokter, serta keselamatan pasien sebagai prioritas utama.

 

Dengan pendekatan ini, ujarnya, terapi regeneratif berpotensi memberikan manfaat pada sebagian pasien dengan kondisi tertentu, antara lain gangguan sendi dan tulang, cedera jaringan,beberapa penyakit degeneratif, kondisi tertentu pada penyakit autoimun, pemulihan pasca-stroke dan terapi pendukung pada beberapa kasus kanker sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan pedoman yang berlaku.

 

Selengkapnya klik di sini.