Bangkalan, NU Online
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur mengedukasi warga untuk mencegah maraknya praktik penipuan online yang makin meluas di media sosial dan ruang digital lainnya.
Edukasi tersebut dilakukan dengan membuat dan menyebarkan flyer berisi informasi mengenai bahaya penipuan online serta cara mengenalinya. Fatayat NU mengambil langkah ini untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat agar tidak mudah terjebak dalam berbagai modus penipuan yang terus berkembang.
Ketua PAC Fatayat NU Geger Nur Laily menyampaikan bahwa penyebab maraknya penipuan online adalah karena masih banyak masyarakat yang belum memahami dampak buruk dan risiko yang ditimbulkan dari praktik tersebut.
“Edukasi yang kami lakukan ini merupakan upaya agar generasi muda maupun masyarakat awam bisa lebih jeli terhadap hal-hal negatif yang dapat merusak kehidupannya,” ujarnya, sebagaimana dikutip NU Online Jatim.
Ia menjelaskan, pesatnya perkembangan media sosial membuat berbagai situs dan akun tidak dikenal dengan mudah menjangkau masyarakat luas. Dalam kondisi tersebut, penipuan online menjadi salah satu ancaman paling berbahaya karena penyebarannya sangat masif dan mudah diakses oleh siapa saja.
Menurutnya, kehadiran Fatayat NU Bangkalan tidak hanya sebatas menjalankan program organisasi, tetapi juga merespons fenomena sosial yang berkembang di tengah derasnya arus digital dan berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.
“Sebagai badan otonom di bawah naungan NU, Fatayat NU selalu berupaya hadir sesuai kebutuhan masyarakat. Termasuk merangkul generasi muda dalam pergaulannya. Kami tidak ingin penipuan online merusak masa depan mereka, begitu pula kalangan dewasa yang kerap ikut-ikutan dan mudah terjerumus,” ucapnya.
Perempuan yang juga Koordinator Bidang Pendidikan dan Dakwah PC Fatayat NU Bangkalan itu menambahkan, flyer yang berisi edukasi tentang penipuan online itu menjadi simbol komitmen Fatayat NU Bangkalan dalam membersamai masyarakat yang membutuhkan pengetahuan dan pemahaman digital.
“Tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga bimbingan agar lebih bijak dalam menyikapi perkembangan teknologi,” tegasnya.
Baca selengkapnya di sini.
