Pasuruan, NU Online
Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Idris Hamid menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengajarkan anak-anak berpuasa menjelang datangnya bulan suci Ramadhan.
Hal itu disampaikannya saat pengajian Ihya Ulumuddin di Pondok Pesantren Salafiyah, Kota Pasuruan, Kamis lalu.
“Silakan ajak anaknya untuk berpuasa dengan berbagai cara apa pun, yang penting mau berpuasa,” ujar Kiai Idris Hamid diberitakan NU Online Jatim.
Menurutnya, melatih anak untuk berpuasa merupakan bagian dari pendidikan agama yang harus ditekankan sejak dini. Ia menilai pengeluaran untuk pendidikan ibadah jauh lebih penting dibandingkan pengeluaran yang tidak bermanfaat.
“Melatih anak berpuasa itu pendidikan. Lebih baik digunakan untuk hal-hal seperti itu daripada untuk membeli rokok. Ini bagian dari menanamkan cinta kepada agama,” terangnya.
Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Kota Pasuruan tersebut menyarankan orang tua untuk memberikan motivasi kepada anak dengan cara sederhana, seperti menuruti keinginan anak saat sahur dan berbuka puasa.
“Tawarkan kepada anak ingin sahur apa dan berbuka apa, turuti semuanya. Insya Allah pahala akan mengalir kepada orang tua,” ungkapnya.
Dirinya menegaskan, sebagai imam keluarga, seorang laki-laki memiliki tanggung jawab untuk mengingatkan istri agar tidak meninggalkan shalat dan puasa. “Jangan sampai istri pergi ke pasar untuk berjualan lalu meninggalkan shalat. Kalau bisa diatur jadwalnya agar shalat tidak keteteran,” pesannya.
Pengasuh Pondok Pesantren Bayt Al Hikmah Kota Pasuruan tersebut menyebut, sikap mengutamakan kewajiban seperti shalat harus dimiliki oleh seluruh umat Islam, di mana pun dan dalam kondisi apa pun. Kiai Idris sapaan akrabnya juga menceritakan pengalamannya saat berada di Stasiun Pasuruan yang pernah menjadi mushala dadakan ketika rombongan hendak menghadiri acara pernikahan Gus Nasih di Banyuwangi.
“Saat itu sebelum kereta datang, semua rombongan menjamak shalat berjamaah. Setelah shalat selesai, kereta pun datang dan petugas stasiun membantu menyiapkan tempat shalat,” kenangnya.
Menutup tausiyahnya, ia menyampaikan bahwa, mencari pahala di bulan Ramadhan sangatlah mudah, di antaranya dengan memperbaiki kualitas shalat, memperbanyak membaca Al-Qur’an, serta mengajak keluarga untuk berpuasa.
“Bulan Ramadhan sebentar lagi. Mari kita sambut dengan baik, karena di bulan itu pintu rahmat Allah dibuka,” pungkasnya.
