Menuntun Syahadat Orang Sakratulmaut dan Jenazah
NU Online ยท Jumat, 22 Januari 2016 | 14:08 WIB
Talqin lazimnya dipraktikkan oleh kalangan pelaku tarekat. Tetapi praktik ini dilakukan umat Islam terhadap calon jenazah yang sedang sakratulmaut dan jenazah yang baru saja dimakamkan.
Habib Abdullah bin Husein bin Thahir Baโalawi dalam kitab Isโadur Rafiq wa Bughyatus Shadiq menyebutkan cara menalqin orang sakit yang tengah mengalami peralihan dari alam dunia ke alam barzakh.
Bila sudah datang tanda-tanda kematian, kita dianjurkan untuk membaringkan orang sakratulmaut itu di atas sisi kanan tubuhnya dan menghadapkan wajahnya ke arah kiblat seperti posisi jenazah di kubur. Sementara tengkuk belakang pada sisi kirinya. Wajah dan bagian tengah badannya dihadapkan ke arah kiblat.
Pada posisi itu kita dianjurkan untuk membimbingnya mengucap โLรข ilรขha illallรขhโ tanpa mendesaknya (dengan perlahan). Kita (cukup diam) tidak perlu mengulangi โLรข ilรขha illallรขhโ kalau ia sudah mengucapkannya. Lain soal kalau ia mengucapkan selain โLรข ilรขha illallรขhโ. Hal ini dimaksudkan agar โLรข ilรขha illallรขhโ menjadi ucapan terakhir yang keluar dari bibirnya sebagaimana hadits Rasulullah SAW โSiapa saja yang ucapan terakhirnya โLรข ilรขha illallรขhโ, masuk surgaโ. Maksudnya ia masuk surga bersama orang-orang yang beruntung di akhirat.
Namun patut untuk diperhatikan bahwa orang lain yang menuntun calon jenazah cukup seorang. Orang-orang di sekelilingnya juga diharapkan tidak membaca apapun atau suara-suara gaduh lainnya. Pasalnya, orang yang sedang sakratulmaut membutuhkan suasana tenang. Demikian anjuran Imam An-Nawawi dalam karyanya Al-Adzkar.
Adapun perihal menalqin jenazah yang baru dikebumikan, Ibnu Rusyd dalam Bidayatul Mujtahid menerangkan sebagai berikut.
ุงูุจุงุจ ุงูุฃูู ููู ุง ูุณุชุญุจ ุฃู ููุนู ุจู ุนูุฏ ุงูุงุญุชุถุงุฑ ูุจุนุฏู. ููุณุชุญุจ ุฃู ูููู ุงูู ูุช ุนูุฏ ุงูู ูุช ุดูุงุฏุฉ ุฃู ูุง ุฅูู ุฅูุง ุงููู ููููู ุนููู ุงูุตูุงุฉ ูุงูุณูุงู "ููููุง ู ูุชุงูู ุดูุงุฏุฉ ุฃู ูุง ุฅูู ุฅูุง ุงููู" ููููู "ู ู ูุงู ุขุฎุฑ ูููู ูุง ุฅูู ุฅูุง ุงููู ุฏุฎู ุงูุฌูุฉ"
Bab Pertama memuat perihal praktik yang dianjurkan saat menghadapi orang yang sedang sakratulmaut dan setelah orang itu wafat. Kita dianjurkan menuntun calon jenazah mengucap kalimat syahadat โLรข ilรขha illallรขhโ sesuai hadits Rasulullah SAW, โBisikkan lah kalimat syahadat โLรข ilรขha illallรขhโ kepada mayitmu,โ dan hadits โSiapa saja yang ucapan terakhirnya โLรข ilรขha illallรขhโ, masuk surga.โ
Kenapa jenazah juga perlu ditalqin? Karena usai dikebumikan, jenazah diharuskan menjawab pertanyaan malaikat yang ditugaskan untuk itu. Wallahu aโlam. (Alhafiz K)
Terpopuler
1
Gus Yahya Sampaikan Pesan KH Nurul Huda Djazuli agar Muktamar Ke-35 NU Digelar di Pesantren Lirboyo
2
Meski Sudah Gabung BoP, Pasukan Perdamaian TNI Tewas Ditembak Israel di Lebanon
3
Halal Bihalal: Tradisi Otentik Nusantara Sejak Era Wali Songo
4
Gus Dur, Iran, dan Anti-Impersialisme
5
Penyelenggaraan Haji 2026 Sesuai Jadwal, Jamaah Mulai Berangkat 22 April
6
Konsep Iman Menurut Khawarij dan Implikasinya terhadap Eksklusivisme Teologis
Terkini
Lihat Semua