LPBH PBNU Lakukan Pendampingan Hukum untuk Masyarakat Pulau Taliabu
Pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam itu dimanfaatkan masyarakat terkait kasus yang menimpanya. Keluhan dan pertanyaan disampaikan kepada pengurus LPBH PBNU.
Kumpulan artikel kategori Mitra
Pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam itu dimanfaatkan masyarakat terkait kasus yang menimpanya. Keluhan dan pertanyaan disampaikan kepada pengurus LPBH PBNU.
“Sejak terbentuknya kepengurusan Cabang GP Ansor di Pulau Bawean, GP Ansor sudah beberapa kali mengadakan gebrakan kegiatan. Kegiatan mencakup beberapa aksi sosial, seperti penanaman hutan kembali (reboisasi) di lokasi tiga gunung yang bertempat di Dusun Songaiterus Deje, Desa Balikterus yang saat ini sedang gundul,” kata Syafi’i.
"Ada sekitar 2000 tanaman yang terdiri dari tanaman kayu manis, damar, puspa dan kina telah berhasil ditanam di lahan seluas 2 hektar," terangnya.
Penanaman pohon dilakukan karena Kota Bekasi masih minim RTH. Dari batas minimal RTH dalam satu wilayah kota 30%, Bumi Patriot itu baru memiliki 20%. Penanaman bibit pohon di RTH yang baru diresmikan itu, dirasa sangat tepat.
Sementara itu, GM PT Pelindo III Celukanbawang, Made Rusli Suniajaya mengapresiasi semangat GP Ansor yang selalu ada pada aksi aksi sosial kemanusian, termasuk kepeduliannya terhadap lingkungan.
Kegiatan yang diawali di Desa Pejarakan ini, Syarif melanjutkan, diharap bisa juga dilakukan di desa lain, mengingat wilayah Kabupaten Buleleng lebih separuhnya adalah wilayah pesisir dengan panjang pantai 144 km. "Kami akan mendorong ranting ranting untuk melakukan penghijauan di daerahnya," harapnya.
Mengingat manfaat yang digunakan pihak akademis baik nasional atau internasional, kegiatan penyusunan data base ini perlu dilakukan secara kontinyu dan diperluas wilayah. Selain itu, potensi kajian manuskrip ini sangat luas dan banyak dan tidak hanya terbatas di Indonesia saja, maka perlu dilakukan kajian di wilayah Nusantara juga yang mencakup wilayah Asia Tenggara.
Kajian ini merekomendasikan agar pemerintah bersama komponen bangsa lainnya, melakukan upaya-upaya preventif agar tidak terjadi lahirnya parlemen jalanan.
Pembelajaran intrakulikuler pendidikan agama baik Kristen maupun Islam sudah sesuai dengan Standar Komptensi dan Komptensi Dasar (SKKD). Sedangkan ekstrakulikuler pendidikan agama Kristen dilakukan dalam bentuk yang beragam dari mulai penguatan, pembiasaan, dan pendalaman.
Kementerian Agama perlu menyelenggarakan workshop penulisan, penilaian, dan penerbitan buku agama dan keagamaan, merumuskan mekanisme terkait kewenangan dalam mengeluarkan tanda tadqiq/tashih buku, mengeluarkan sertifikat bagi para pentadqiq melalui diklat, dan menyempurnakan serta menetapkan pedoman/acuan penyusunan, penilaian, dan penerbitan buku teks ajar agama dan keagamaan.
Kesalahan paling menonjol terdapat pada penulisan buku SKI, baik SKI untuk MI hingga MA dapat dikatakan “gagal” melakukan pencerahan terhadap anak didik dalam memahani sejarah Islam. Dalam setiap pembahasannya selalu didominasi oleh penggunaan teori konflik.
Rekomendasi kedatangan rohaniwan (dosen agama) asing di suatu daerah hendaknya disertai tembusan kepada kantor Kemenag setempat dan instansi terkait, agar mereka dapat di-monitoring dan dibuatkan rekam jejak yang akurat selama berada di Indonesia.