NU Online
Keislaman
Advertisement Banner
600×80

Mitra

Kumpulan artikel kategori Mitra

Menampilkan 12 artikel (Halaman 30 dari 142)
Tradisi Lisan Jadi Kekuatan Pendidikan di Era Teknologi
Riset BLAJ

Tradisi Lisan Jadi Kekuatan Pendidikan di Era Teknologi

Salah satu tradisi yang diteliti adalah Bubur Suro sebagai tradisi berbagi antarsesama, menjadi wujud kesinambungan pengetahuan yang diwariskan para leluhur. Kemudian tradisi lisan Ngarot sebagai pembacaan sejarah lokal dengan variasi Bahasa Sunda Lelea. Ditemukan pula ragam pentas seni yang ditampilkan bersamaan dengan tradisinya. Cikahuripan dan Kawin Cai sebagai upaya menjaga dan memelihara alam lingkungan, manusia dengan alam, manusia dengan manusia, dan manusia dengan Tuhannya. 

Tradisi Desa Cikondang dan Potret Pendidikan Agama di Dalamnya
Riset BLAJ

Tradisi Desa Cikondang dan Potret Pendidikan Agama di Dalamnya

Perjumpaan dua sistem kebudayaan antara Islam dan budaya lokal telah melahirkan dialektika budaya yang menghasilkan integrasi budaya. Persilangan antara nilai-nilai Islam dan budaya lokal membawa konsekuensi terjadinya akulturasi budaya. Akulturasi dikenal dengan nama kontak budaya, yaitu suatu proses yang muncul dalam lingkungan sosial tertentu karena dihadapkan dengan adanya beberapa unsur budaya asing. 

Peneliti BLAJ: Perlu Dirumuskan Konsep Nasionalisme Berbasis Teks Keagamaan
Riset BLAJ

Peneliti BLAJ: Perlu Dirumuskan Konsep Nasionalisme Berbasis Teks Keagamaan

Penelitian oleh Balai Litbang Agama Jakarta (BLAJ) tentang Nilai Nasionalisme dalam Teks Keagamaan Islam di Jawa Barat merekomendasikan kepada Balitbang Diklat Kementerian Agama untuk merumuskan konsep dan wacana nasionalisme keagamaan yang berorientasi pada nilai-nilai patriotisme/anti kolonialisme, cinta tanah air, nasionalisme (ber)agama dan nasionalisme budaya dalam bentuk buku khususnya untuk wilayah Jawa Barat.

Komunitas Hijrah Jangan Terjebak Politik Praktis
Riset BLAJ

Komunitas Hijrah Jangan Terjebak Politik Praktis

Komunitas hijrah generasi milenial sebaiknya dapat menjaga kemurnian niatan dakwah dengan menjaga dari pengaruh-pengaruh negatif yang memanfaatkan untuk kepentingan-kepentingan politik praktis. Kementerian Agama bersama Ormas Keagamaan perlu memberikan bimbingan kepada komunitas hijrah generasi milenial supaya tidak tidak terjebak pada ideolegi yang bertentangan dengan Islam yang rahmatan lil’alamiin dengan mengoptimalkan peran penyuluh.