Jakarta, NU Online
Salah satu ibadah yang penting dan dianjurkan umat Islam adalah puasa. Selain menahan diri dari hawa nafsu, puasa juga dilakukan dalam rangka ketaatan atas perintah dan anjuran Rasulullah saw.
Senin dan Kamis menjadi waktu yang umat Islam dianjurkan untuk diisi dengan. Setidaknya, ada empat keutamaan puasa Senin dan Kamis yang bisa didapatkan bagi siapa saja yang melaksanakannya. Hal ini sebagaimana dikutip dari tulisan Ustadz Muhamad Abror di NU Online berjudul Tata Cara Puasa Senin-Kamis: Niat, Waktu, dan Keutamaannya pada Ahad (27/9/2026).
Baca Juga
Catatan di Sekitar Puasa Senin dan Kamis
1. Hari penyetoran amal manusia
Senin dan Kamis merupakan hari amal manusia disetorkan. Menjadi suatu kebaikan tersendiri jika amal seorang umat Islam dilaporkan dalam kondisi berpuasa.
Suatu saat, dijelaskan dalam sebuah riwayat dijelaskan, Usamah bin Zaid pergi bersama budaknya ke bukit Al-Qurâ. Kondisi Usamah saat itu tengah berpuasa, sedangkan usianya sudah lanjut. Sang budak pun bertanya, “Mengapa engkau berpuasa Senin-Kamis padahal engkau sudah lanjut usia?”
Usamah menjawab, “Sesungguhnya Nabi Muhammad ﷺ berpuasa pada hari Senin dan Kamis. Ketika Nabi ditanya tentang hal itu, beliau menjawab, "Sesungguhnya amalan para hamba disampaikan pada hari Senin dan Kamis."
Dalam hadits lain yang diriwayatkan Imam Tirmidzi, Rasulullah saw bersabda, “Amal perbuatan manusia akan disampaikan pada setiap hari Kamis dan Senin. Maka aku ingin amalku diserahkan saat aku berpuasa”.
Syekh Sulaiman al-Bujairami (w. 1806 M) menjelaskan, setiap hari amalan manusia dicatat oleh malaikat sebanyak dua kali, yaitu waktu siang dan malam. Untuk setiap minggunya, yaitu hari Senin dan Kamis, amal akan disetorkan kepada Allah ﷻ. Sementara untuk setiap tahunnya, diesetorkan pada malam Nisfu Sya’ban. Hal ini sebagaimana termaktub dalam kitab Hasyiyah al-Bujairami ‘Alal Khotib.
2. Hari Senin dan Kamis adalah hari dibukanya pintu surga
Pintu surga konon juga dibuka Allah swt setiap hari Senin dan Kamis. Hal ini sebagaimana disabdakan Rasulullah saw dalam hadits yang diriwayatkan Imam Muslim berikut.
Baca Juga
Niat Puasa Senin
“Sesungguhnya pintu-pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Semua dosa hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu akan diampuni, kecuali bagi orang yang antara dia dan saudaranya terdapat kebencian dan perpecahan."
3. Hari kelahiran dan kewafatan Rasulullah
Hari Senin juga menjadi momentum kelahiran sekaligus kewafatan Rasulullah. Pun wahyu kepadanya juga diturunkan di hari tersebut. Dalam satu hadits yang diriwayatkan Imam Muslim dijelaskan: “Nabi ditanya soal puasa pada hari Senin, beliau menjawab, ‘Pada hari itu aku dilahirkan dan wahyu diturunkan kepadaku”.
4. Puasa yang selalu dilakukan oleh Rasulullah.
Di samping tiga hal di atas, Rasulullah saw juga senantiasa melaksanakan puasa di dua hari tersebut. Sayyidah ‘Aisyah radhiyallu ‘anha pernah menyampaikannya dalam hadits yang diriwayatkan Imam Tirmidzi dan Imam Ahmad. “Nabi ﷺ selalu menjaga puasa Senin dan Kamis”.
Sementara itu, Safyurrahman al-Mubarakfuri, dalam kitab Rahiq al-Makhtum, menyebut Nabi lahir pada hari Senin, tanggal 9 Rabiul Awal. Menurut para pakar, kelahiran Rasulullah bertepatan dengan tanggal 20 atau 22 April tahun 571 M, sebagaimana hasil analisis ulama besar bernama Muhammad bin Sulaliman al-Manshurfuri dan seorang astrolog (ahli ilmu falak) bernama Mahmud Pasha. Nabi pun wafat pada hari Senin, tanggal 12 Rabiul Awal 632 M.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Syukur Batin dan Syukur Lahir: Mengakui Nikmat dan Menggunakannya untuk Taat
2
Khutbah Jumat: Isi Hati dengan Maaf, Bukan dengan Dendam
3
Khutbah Jumat: 2 Sikap Hidup yang Menjadi Ladang Kebaikan
4
Ketua Umum PBNU Terima PP IPNU-IPPNU, Kongres November Diminta Respons Tantangan Era AI
5
Hasil Muktamar Ke-35 NU Segera Disosialisasikan ke PWNU dan PCNU
6
Khutbah Jumat: 3 Cara Menggunakan Harta yang Baik Menurut Imam Al-Ghazali
Terkini
Lihat Semua