Nasional Muktamar Ke-35 NU

Alissa Wahid Harap Upaya Cegah Kekerasan Harus Jadi Perhatian Kepemimpinan NU Berikutnya

NU Online  ·  Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:21 WIB

Alissa Wahid Harap Upaya Cegah Kekerasan Harus Jadi Perhatian Kepemimpinan NU Berikutnya

Ketua PBNU bidang Kesejahteraan Rakyat, Alissa Wahid dalam acara Gerakan Nasional Pesantrenku Aman di Unipdu, Peterongan, Jombang, Kamis (27/8/2026). (Fiqry/TVNU).

Jombang, NU Online
Penanggung Jawab Satuan Anti Kekerasan Seksual (SAKA) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Alissa Wahid, menegaskan isu kekerasan harus menjadi perhatian kepemimpinan Nahdlatul Ulama periode mendatang.


Menurut Alissa, upaya mencegah dan meminimalkan kekerasan, baik di pesantren maupun sekolah yang berada dalam ekosistem NU, perlu dilanjutkan secara berkelanjutan. Hal tersebut menjadi bagian dari khidmah NU dalam menjaga warga dan lembaga pendidikannya.


"Siapapun nanti yang akan menjadi Rais Aam dan menjadi ketua umum, kami sangat berharap isu kekerasan baik di pesantren maupun di sekolah, pokoknya di dalam ekosistem NU itu bisa kita segera mitigasi, kita minimalisir supaya NU sebagai jamiyah Islamiyah itu bisa benar-benar menjaga Islam rahmatan lil 'alamin," kata Alissa.


Pernyataan tersebut disampaikan Alissa usai memberikan pengantar dalam agenda Gerakan Nasional Pesantrenku Aman yang digelar Rabithah Ma'ahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI PBNU) di Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu), Peterongan, Jombang, Kamis (27/8/2026).


Ia berharap kepemimpinan NU berikutnya dapat memastikan upaya pencegahan kekerasan terus berjalan dan tidak berhenti pada periode kepengurusan tertentu. Menurutnya, lingkungan yang aman perlu dibangun melalui mekanisme pencegahan yang dapat diterapkan secara konsisten di pesantren dan lembaga pendidikan NU.


Alissa juga berharap para pengasuh muda yang mengikuti agenda tersebut dapat merumuskan rekomendasi untuk dititipkan kepada kepengurusan RMI maupun PBNU periode berikutnya.


"Kami sangat berharap para gus, para ning di sini ini nanti juga akan merumuskan atau membuat rekomendasi yang bisa kita titipkan kepada pengurus RMI depan atau bahkan kepada PBNU masa kepengurusan berikutnya," tegas perempuan yang juga Ketua PBNU bidang Kesejahteraan Rakyat tersebut.


Ia menjelaskan, banyak pesantren yang hingga kini tidak memiliki kasus kekerasan. Kondisi tersebut, kata Alissa, tetap harus dipertahankan dengan membangun sistem pencegahan agar potensi kekerasan dapat diantisipasi sejak awal.


"Yang tidak ada kasus, alhamdulillah, itu kan pasti banyak sekali pesantren-pesantren tidak ada kasus kekerasan. Nah, itu harus dicegah dengan menyiapkan mekanisme dan lain-lain. Itu tujuan utama kita," ujarnya.


Alissa menambahkan, upaya menciptakan lingkungan yang aman merupakan bagian dari ikhtiar NU untuk memastikan nilai Islam rahmatan lil 'alamin benar-benar hadir dalam kehidupan warga dan lembaga pendidikan NU.


Karena itu, ia berharap isu kekerasan tidak hanya menjadi perhatian ketika kasus terjadi, tetapi menjadi bagian dari agenda pencegahan dan pembenahan organisasi secara berkelanjutan di bawah kepemimpinan NU periode mendatang.