Alvara Ungkap Perilaku Gen Z Memilih Lembaga Zakat hingga Segmentasi Muzaki
NU Online · Ahad, 30 Agustus 2026 | 11:00 WIB
CEO Alvara Research Center Hasanudin Ali menghadiri diskusi panel dalam Silatnas LAZISNU Sedunia di Pondok Pesantren Darul Ulum, Jombang, Sabtu (30/8/2026). (Foto: NU Online/A Habiburrahman)
A Habiburrahman
Kontributor
Jombang, NU Online
Generasi Z menjadi salah satu kelompok yang penting diperhatikan oleh lembaga amil zakat, infak, dan sedekah (LAZIS) di tengah perubahan perilaku masyarakat. Hal itu terlihat dalam survei Alvara Research Center yang memotret perilaku dan persepsi masyarakat terhadap sejumlah lembaga amil zakat, termasuk Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU).
CEO Alvara Research Center Hasanudin Ali, menuturkan bahwa survei tersebut dilakukan terhadap 500 responden di tiga wilayah, yakni Greater Jakarta, Surabaya, dan Makassar. Responden didominasi kelompok milenial, disusul Generasi X dan Generasi Z.
"Karakter kelompok muda dalam memilih dan mengenali lembaga amil zakat memiliki kecenderungan berbeda dibandingkan generasi yang lebih tua. Salah satu aspek yang terlihat adalah sumber informasi," ujarnya pada diskusi panel dalam rangka Silaturahim Nasional (Silatnas) LAZISNU Sedunia di Pondok Pesantren Darul Ulum, Paterongan, Jombang, Sabtu (30/8/2026).
Hasanudin menyebutkan, media digital menjadi salah satu sumber informasi penting bagi Generasi Z dan milenial. Platform seperti YouTube, Instagram, Facebook, dan TikTok memiliki peran dalam memperkenalkan lembaga serta program zakat kepada kelompok usia tersebut.
“Di anak-anak Gen Z dan milenial, sumber informasi utamanya memang didominasi oleh media digital,” kata salah satu Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini.
Dalam survei, aspek kemudahan pembayaran juga menjadi salah satu hal yang diperhatikan masyarakat, khususnya Generasi Z. Penggunaan internet banking dan QRIS telah menjadi bagian dari kanal pembayaran yang digunakan responden.
"Pada sisi pengembangan layanan, terdapat sejumlah fitur yang diharapkan masyarakat, seperti konsultasi zakat syariah, pelacakan penyaluran dana, konfirmasi akad secara real time, dan sistem penanganan pengaduan," katanya.
Sementara itu, khusus LAZISNU, sumber informasi masyarakat tidak hanya berasal dari kanal digital. Keluarga dan orang tua menjadi salah satu sumber informasi yang banyak disebut responden. Petugas atau relawan lembaga, serta pemuka agama juga menjadi sumber masyarakat mengenal LAZISNU.
Temuan tersebut juga berkaitan dengan karakter Generasi Z yang masuk dalam segmen muzaki digital pragmatis. Hasanudin menjelaskan, kelompok ini memiliki perhatian terhadap kemudahan layanan digital dan cenderung membandingkan berbagai platform sebelum menentukan pilihan.
“Dia sangat menyukai kemudahan digital. Kemudian dia selalu membanding-bandingkan antarplatform. Yang paling gampang yang mana, yang paling mudah yang mana,” ungkapnya.
Empat Segmentasi Muzaki
Karakter tersebut menjadi salah satu bagian yang dipetakan Alvara dalam segmentasi muzaki. Sedikitnya ada empat segmen muzaki ditemukan Alvara, yaitu muzaki filantropi commitment, muzaki digital pragmatis, muzaki tradisional, dan muzaki situasional.
Pertama, muzaki filantropi commitment, merupakan segmen terbesar yaitu mencapai proporsi 31,8 persen. Kelompok ini memberikan perhatian terhadap dampak program yang dijalankan lembaga. Mereka juga membutuhkan transparansi laporan, tidak terlalu sensitif terhadap nominal donasi, serta memiliki kecenderungan loyal ketika lembaga dinilai amanah.
“Dia prioritas pada dampak program. Dia memiliki kebutuhan tentang transparansi laporan, tidak sensitif terhadap nominal, loyal juga terbukti amanah,” ujar Hasanudin.
Kedua, muzaki digital pragmatis, yang memiliki proporsi 25 persen dan lebih banyak ditemukan pada kelompok usia muda. Kelompok ini memiliki perhatian terhadap kemudahan dan daya praktis layanan digital. Bahkan, muzaki segmen ini cenderung membandingkan berbagai platform sebelum menentukan pilihan.
“Dia sangat menyukai kemudahan digital. Kemudian dia selalu membanding-bandingkan antarplatform. Yang paling gampang yang mana, yang paling mudah yang mana,” katanya.
Ketiga, muzaki tradisional. Kelompok ini memiliki kecenderungan mempercayakan penyaluran zakat kepada ustadz serta menggunakan metode pembayaran secara langsung. "Kelompok baby boomers lebih banyak berada pada segmen muzaki tradisional dibandingkan kelompok usia muda ini," ungkapnya.
Keempat, muzaki situasional. Kelompok ini cenderung menyalurkan zakat atau donasi ketika terdapat momentum tertentu, seperti bulan Ramadan, Idul Fitri, Idul Adha, ataupun peristiwa bencana alam di sejumlah daerah.
"Kelompok ini memiliki sensitivitas terhadap nominal, ketika nominal yang ditawarkan atau dibutuhkan meningkat, kelompok ini dapat mempertimbangkan kembali pilihannya," pungkasnya.
Terpopuler
1
Sidang Pleno Muktamar NU Sepakati Ketum PBNU Dipilih melalui AHWA
2
LPJ PBNU 2021–2026 Diterima Aklamasi, Gus Yahya Sampaikan Terima Kasih dan Minta Maaf
3
Dijual Setan Muktamar
4
Gus Yusuf Maju sebagai Caketum PBNU, Klaim Tak Langgar AD-ART NU
5
Khutbah Jumat: Mengambil Teladan dari Model Kepemimpinan Nabi
6
Khutbah Jumat: Ketika Manusia Merusak Alam, Saatnya Meneladani Rasulullah Saw
Terkini
Lihat Semua