Beasiswa BIB Sarjana Lanjut Magister Bidang Bahasa dan Sastra Arab
NU Online · Selasa, 7 April 2026 | 08:00 WIB
Jakarta, NU Online
Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) kolaborasi Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP)-Kementerian Agama menyediakan sejumlah program beasiswa. Hal tersebut sudah dibuka sejak awal April hingga akhir 2026 mendatang.
Di antara program tersebut, Beasiswa Sarjana Lanjut Magister. Beasiswa ini merupakan pembiayaan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menempuh pendidikan secara berkelanjutan dari jenjang sarjana (S1) hingga magister (S2) dalam satu jalur studi. Lebih spesifik, beasiswa ini menyediakan studi dalam bidang Bahasa dan Sastra Arab.
Beasiswa ini menargetkan santri yang menamatkan studinya di pondok pesantren di bawah binaan Kemenag, antara lain sebagai berikut.
- Pendidikan Madrasah Tsanawiyah/SMP atau Madrasah Aliyah/SMA/SMK;
- Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Wustha/Ulya ;
- Pendidikan Kesetaraan pada Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS) Wustha/Ulya; atau
- Satuan Pendidikan Mu’adalah (SPM) Wustha/Ulya.
Persyaratan
- Warga Negara Indonesia.
- Memenuhi ketentuan batas usia per 31 Desember di tahun pendaftaran, dengan ketentuan berusia maksimal 20 (dua puluh) tahun;
- Telah menyelesaikan jenjang pendidikan menengah (MA/SMA/SMK) lulusan 3 (tiga) tahun terakhir (lulusan tahun 2026, 2025, dan 2024) .
- Pendaftar yang sedang menempuh studi (ongoing) atau telah menyelesaikan studi sarjana (S1) tidak diperkenankan mendaftar pada program beasiswa.
- Terdaftar pada Education Management Information System (EMIS) Kementerian Agama, melampirkan
- Nomor Statistik Pondok Pesantren (NSPP) dan
- Nomor Induk Siswa Nasional (NISN).
- Melampirkan Surat Rekomendasi yang menjelaskan santri telah mukim minimal 3 tahun serta mampu memahami dan membaca Kitab Kuning dari Pesantren asal santri ditandatangani oleh pimpinan Pesantren (format terlampir);
- Melampirkan Raport Santri sebagai santri 2 (dua) tahun terakhir, atau Syahadah;
- Melampirkan Surat Keterangan Kesehatan dari rumah sakit atau pusat layanan kesehatan, yang diterbitkan paling lama 3 (tiga) bulan terakhir, dari masa pendaftaran beasiswa.
- Menulis profil diri termasuk riwayat pendidikan yang tidak diselesaikan (tidak lulus) pada aplikasi pendaftaran.
- Menulis Personal Statement atau Essay yang mencerminkan kesadaran diri, proses pembelajaran, serta kesiapan pendaftar untuk melanjutkan studi.
- Menulis Komitmen kembali ke Indonesia, rencana pasca studi, dan rencana kontribusi di Indonesia, disertai bentuk pengabdian sesuai dengan program studi yang dipilih.
- Pendaftar yang memiliki prestasi kejuaraan/non kejuaraan, dan pengalaman organisasi dapat mengisi riwayat pada aplikasi pendaftaran.
- Menyetujui Pernyataan Komitmen dan Integritas yang telah disediakan pada platform pendaftaran beasiswa (poin-poin terlampir).
- Beasiswa hanya untuk Perguruan Tinggi Tujuan dan program studi yang ditetapkan Kementerian Agama.
- Ijazah dan Transkrip pada Pendidikan Dasar dan Menengah.
- Mengunggah dokumen sertifikat Bahasa Arab diterbitkan oleh lembaga resmi penyelenggara tes PTKIN dengan ketentuan sebagai berikut: Program Sarjana Lanjut Magister, dengan Sertifikat Bahasa Arab PTKIN skor TOAFL 500;
Terpopuler
1
Tolak MBG, Siswa SMK NU di Kudus Surati Presiden Prabowo Minta Anggaran Dialihkan untuk Kesejahteraan Guru
2
Korban Meninggal di Lebanon Akibat Serangan Israel Tembus 1.368 Orang
3
Muktamar NU 2026: Antara Idealisme dan Pragmatisme Politik
4
Iran Izinkan 15 Kapal Lintasi Selat Hormuz, Bagaimana dengan Kapal Pertamina?
5
WFH Beda dengan WFA, ASN Diminta Tetap Siaga Setiap Jumat
6
Pleno PP Fatayat NU Tetapkan Dewi Winarti sebagai Plt Ketua Umum
Terkini
Lihat Semua