Nasional MUKTAMAR KE-35 NU

Digelar Besok, Persiapan Muktamar ke-35 NU Capai 95 Persen

NU Online  ·  Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:30 WIB

Digelar Besok, Persiapan Muktamar ke-35 NU Capai 95 Persen

Ketua Panitia Muktamar Ke-35 NU Saifullah Yusuf saat mengunjungi arena Muktamar di Pesantren Tambakberas Jombang, Jawa Timur, Rabu (26/8/2026). (Foto: NU Online/Indi)

Jombang, NU Online

 

Persiapan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) telah mencapai 95 persen. Panitia memastikan lokasi, akomodasi, konsumsi, hingga sistem pengelolaan peserta telah siap digunakan.

 

“Persiapanya sudah 95 persen,” kata Ketua Panitia Muktamar ke-35 NU H Saifullah Yusuf saat meninjau lokasi Muktamar, Rabu (26/8/2026).

 

Pria yang karib disapa Gus Ipul itu mengatakan seluruh tokoh dan sejumlah pejabat negara juga telah diundang dalam forum yang akan digelar di lingkungan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur tersebut. 

 

Ia menyebut, Presiden RI Prabowo Subianto termasuk yang dijadwalkan hadir. Sementara Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka masih dalam konfirmasi. 

 

“Semua tokoh diundang. Ormas, pimpinan ormas, dan tentu para menteri. Presiden insyaallah (hadir). Wakil presiden belum dapat konfirmasi lagi terkait itu” terangnya. 

 

Menurut Gus Ipul, panitia masih melakukan persiapan akhir untuk menyambut pengurus wilayah, pengurus cabang, peserta, dan para undangan. Ia mengatakan seluruh kebutuhan utama muktamar telah disiapkan, termasuk tempat persidangan, akomodasi, dan konsumsi.

 

Panitia juga menyiapkan sistem pengelolaan muktamar berbasis chip dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Sistem tersebut dirancang untuk menghubungkan berbagai divisi kepanitiaan sekaligus memantau jalannya kegiatan.

 

“Sehingga kita harapkan bisa melayani peserta dengan baik. Apakah layanan akomodasi, konsumsi, tempat persidangan,” ujarnya. 

 

Selain itu, lebih dari 100 kamera pengawas atau CCTV dipasang untuk memantau aktivitas di lingkungan pondok pesantren yang digunakan sebagai lokasi akomodasi, persidangan, konsumsi, dan kegiatan lainnya.

 

Dia mengatakan sistem tersebut dikembangkan dengan melibatkan ahli teknologi informasi. Menurut dia, penggunaan teknologi diharapkan memudahkan panitia dalam mengawasi dan memastikan seluruh rangkaian muktamar berjalan aman.

 

“Ini muktamar dengan menggunakan teknologi terbaru yang insyaallah akan memudahkan peserta dan panitia untuk melihat, mengukur, dan memastikan semua berjalan dengan baik dan aman,” tuturnya.

 

Selain itu, Sekretaris Steering Committee (SC) Muktamar ke-35 NU, Mohammad Nuh, mengatakan materi yang akan dibahas dalam muktamar juga telah disiapkan. Materi keagamaan telah dibahas sejak Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar NU, kemudian diperdalam dalam pra-muktamar NU yg digelar di Depok.

 

“Materi sudah siap semua. Baik materi terkait dengan keagamaan sudah kita siapkan sejak Munas-Konbes kemarin, dilanjutkan dan diperdalam lagi waktu pra-muktamar di Depok,” katanya.

 

Materi keagamaan selanjutnya akan dibahas dalam muktamar. Adapun materi nonkeagamaan, kata dia, mencakup persoalan organisasi, program, dan rekomendasi. Dia berharap pembahasan tersebut dapat menghasilkan keputusan melalui mekanisme musyawarah. Ia mengatakan materi muktamar telah diseleksi dengan mempertimbangkan tingkat urgensinya.

 

Menurut dia, sejumlah persoalan yang akan dibahas tidak hanya berkaitan dengan rekomendasi kebijakan kepada pemerintah. Ada pula isu yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat dan membutuhkan kajian dari perspektif keagamaan sekaligus keilmuan.

 

Ia mencontohkan persoalan cryptocurrency dan jual beli DNA. Menurutnya, pembahasan isu semacam itu membutuhkan perspektif lintas disiplin agar keputusan yang dihasilkan tidak hanya bertumpu pada kajian agama.

 

“Dari situ masyarakat bisa dapat kajian yang utuh tidak hanya dari perspektif agama murni, tapi dari sisi keilmuan juga karena untuk memutuskan itu dua-duanya menjadi penting,” ujarnya.