Nasional

Greg Barton: NU Akan Lebih Bermanfaat bagi Indonesia Jika Tetap Mandiri

NU Online  ·  Sabtu, 29 Agustus 2026 | 19:47 WIB

Greg Barton: NU Akan Lebih Bermanfaat bagi Indonesia Jika Tetap Mandiri

Akademisi Deakin University, Australia, Prof Greg Barton (Foto: NU Online)

Jombang, NU Online 
Pengamat Nahdlatul Ulama (NU) dari Univeritas Deakin, Australia, Greg Barton, menilai bahwa NU akan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi Indonesia apabila tetap menjaga kemandirian sebagai organisasi masyarakat (ormas).


Greg menyampaikannya usai Sidang Pleno III Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Sabtu (29/8/2026).


"Saya kira justru kelebihan NU kalau mandiri dan sumbangannya lebih berarti dan bisa memberi bantuan pada negara kalau mandiri," jelasnya.


Mengutip penilaian Presiden Prabowo Subianto, Greg mengatakan bahwa NU menjadi salah satu ormas yang esensial bagi eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 


"NU itu merupakan salah satu ormas, ya, sama dengan Muhammadiyah, yang sangat esensial untuk Republik Indonesia ini," jelasnya.


Menurutnya, kekuatan NU justru terletak pada kemampuannya untuk tetap mandiri dalam menjalankan peran sosial dan kebangsaannya. 


Sebaliknya, Greg menegaskan jika NU terlalu dekat dengan kekuasaan hingga mengalami kooptasi, dapat merugikan NU maupun Indonesia.


"Dan kedua-duanya lebih bermanfaat kalau NU bisa lebih mandiri, bisa berfungsi sebagai check and balance, bisa memberi feedback terhadap presidensial," jelasnya.


Ia berharap NU ke depan semakin mandiri, bukan dalam arti mengambil posisi berseberangan dengan pemerintah. Menurutnya, kemandirian justru diperlukan agar NU dapat memberikan sumbangan pemikiran dan masukan yang lebih berarti bagi negara.


"Jadi, harapan saya makin lama makin mandiri NU, bukan karena mau bertentangan dengan pihak pemerintah. Kalau lebih mandiri, sumbangannya lebih berarti,” katanya.


Selain itu, NU sejak awal memiliki tradisi mencari jalan tengah dalam menjalankan perannya sebagai organisasi kemasyarakatan. Sikap tersebut, memungkinkan NU memberikan nasihat kepada pemerintah.


"Bagaimana bisa memberi nasihat sebagai ormas yang mandiri, tapi dengan cara yang sopan santun, berarti tidak bertentangan dengan pemerintahan, tapi juga mandiri, suara dari rakyat," jelasnya.


Saat pembukaan Muktamar, Presiden Prabowo juga mengatakan bahwa NU merupakan institusi yang memiliki jasa besar dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. 


Lebih lanjut, Presiden Prabowo mengatakan, cita-cita para pendiri NU adalah agar bangsa Indonesia bangkit dan mampu berdiri setara dengan bangsa-bangsa lain di dunia.  


"Agar bangsa Indonesia setara dengan bangsa-bangsa lain di dunia ini, agar bangsa Indonesia artinya kalau bangkit bangsa Indonesia yang terhormat, bangsa yang terhormat adalah bangsa yang adil dan makmur," terangnya di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Kamis (27/8/2026).