Halal Bihalal Perempuan Indonesia, Yenny Wahid Ajak Perkuat Aspirasi Publik di Tengah Situasi Global
NU Online · Kamis, 2 April 2026 | 16:30 WIB
Suasana Halal Bihalal dan Silaturahmi Kebangsaan Perempuan Indonesia di kediaman KH Abdurrahman Wahid, Ciganjur, Jakarta Selatan, pada Kamis (2/4/2026). (Foto: dok. Anty Husnawati)
Anty Husnawati
Kontributor
Jakarta, NU Online
Direktur Wahid Foundation Zannuba Ariffah Chafsoh (Yenny Wahid) mengajak perempuan Indonesia untuk memperkuat aspirasi publik di tengah berbagai situasi global. Hal itu diungkap dalam momentum Halal Bihalal dan Silaturahmi Kebangsaan Perempuan Indonesia, di kediaman Nyai Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Ciganjur, Jakarta, pada Kamis (2/4/2026).
Acara halal bihalal ini dihadiri puluhan organisasi perempuan dari berbagai latar belakang.
Yenny menegaskan bahwa halal bihalal tidak sekadar menjadi tradisi tahunan, melainkan memiliki makna mendalam sebagai ruang untuk memperkuat kebersamaan sekaligus menentukan arah gerakan.
Menurutnya, halal bihalal merupakan cara untuk menempuh jalan yang baik dengan cara yang baik pula. Tradisi ini, kata Yenny, sejak awal dimaksudkan untuk merajut kembali kebersamaan bangsa setelah menghadapi berbagai perbedaan.
“Halal bihalal itu bukan sekadar acara. Ini adalah cara kita menempuh jalan yang baik dengan cara yang baik,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa dalam konteks kekinian, pertemuan semacam ini perlu dimaknai lebih luas, tidak hanya sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai ruang konsolidasi gagasan dan aksi bersama.
Yenny menilai berbagai persoalan global saat ini berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, termasuk di Indonesia. Karena itu, keterlibatan aktif berbagai elemen, termasuk perempuan, menjadi penting dalam merespons situasi tersebut.
“Kita tidak bisa hanya diam. Kita perlu berkumpul, berpikir bersama, dan menentukan langkah konkret yang bisa dilakukan,” katanya.
Ia menambahkan bahwa suara masyarakat, termasuk perempuan, harus terus diperkuat agar dapat didengar dalam berbagai proses pengambilan kebijakan, baik di tingkat nasional maupun global.
Yenny juga menekankan pentingnya membangun gerakan kolektif yang berangkat dari kesadaran bersama. Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis dalam mendorong perubahan sosial yang lebih inklusif dan berkeadaban.
“Kita tidak bisa hanya berhenti pada apa yang kita miliki, tetapi harus memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga
Fakta-fakta Baru Ketegangan Iran-AS
Dalam kesempatan itu, ia mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam menyikapi informasi di ruang digital, termasuk maraknya konten manipulatif seperti video berbasis kecerdasan buatan (AI). Ia mengajak masyarakat untuk lebih kritis dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.
Menurutnya, penguatan literasi digital menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas ruang publik agar tetap sehat dan konstruktif.
Yenny juga berbagi refleksi personal tentang nilai-nilai yang ditanamkan dalam keluarganya, khususnya keteladanan Abdurrahman Wahid. Ia menyebut kesederhanaan, kerja keras, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai prinsip yang terus dijaga.
Ia berharap nilai-nilai tersebut dapat menjadi inspirasi bagi gerakan perempuan dalam menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.
Lebih lanjut, Yenny menegaskan bahwa kegiatan ini tidak boleh berhenti sebagai seremoni semata, tetapi harus mampu melahirkan dampak yang lebih luas melalui kolaborasi antarorganisasi perempuan.
“Kita ingin silaturahmi ini memberi dampak nyata, memperkuat peran perempuan, dan menghadirkan kontribusi bagi masyarakat,” tuturnya.
Ia pun mengajak seluruh peserta untuk melanjutkan perjuangan para tokoh perempuan terdahulu dengan terus bekerja, berkolaborasi, dan memperkuat peran dalam kehidupan sosial dan kebangsaan.
“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan perjuangan tersebut, dengan terus hadir dan berkontribusi untuk masyarakat,” pungkasnya.
Terpopuler
1
Gus Yahya Sampaikan Pesan KH Nurul Huda Djazuli agar Muktamar Ke-35 NU Digelar di Pesantren Lirboyo
2
Meski Sudah Gabung BoP, Pasukan Perdamaian TNI Tewas Ditembak Israel di Lebanon
3
Jadwal Puasa Sunnah Selama April 2026
4
Gus Dur, Iran, dan Anti-Impersialisme
5
Temui Dubes AS, Gus Yahya Serukan Dialog AS-Iran Demi Hentikan Perang di Timur Tengah
6
Di Manakah Jutaan Orang Arab dalam Perang Iran Vs Israel dan AS?
Terkini
Lihat Semua