Hari Anak Nasional 2026, Ratusan Anak Jalanan Diajak Tur Istana Negara
NU Online · Rabu, 22 Juli 2026 | 07:00 WIB
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi (kiri) saat konferensi pers Hari Anak Nasional di Jakarta, Selasa (21/7/2026). (NU Online/Jannah)
Rikhul Jannah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menyampaikan bahwa anak-anak yang memerlukan perlindungan khusus (AMPK), termasuk anak jalanan dan anak dari keluarga pemulung, akan diajak tur berkeliling ke Istana Negara dalam peringan Hari Anak Nasional (HAN) Ke-42 tahun 2026.
Ia menambahkan, sebanyak 150 anak akan diajak dan direncanakan terlaksana pada 30 Juli mendatang.
Menurutnya, tur tersebut menjadi ruang edukasi sekaligus membangun harapan bagi anak-anak yang selama ini hidup dalam berbagai keterbatasan.
“Kita akan ajak anak-anak yang memerlukan perlindungan khusus datang ke Istana. Mudah-mudahan bisa bertemu dengan Bapak Presiden. Dan kami akan ajak anak-anak ini berkeliling Istana, supaya mereka punya gambaran Istana kayak apa,” ujar Arifah saat konferensi pers Hari Anak Nasional di Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Arifah berharap dengan adanya kegiatan tur ke Istana dapat menjadi pengalaman baru yang mampu menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus memperluas wawasan tentang simbol pemerintahan negara.
Sebelum mengunjungi Istana Negara, pada 25 Juli 2026 anak-anak tersebut juga akan diajak berekreasi ke Dunia Fantasi (Dufan), Jakarta.
“Menghadirkan pengalaman belajar dan rekreasi yang menyenangkan sebagai ruang bagi anak-anak untuk memperoleh pengalaman baru serta membangun rasa percaya diri,” ucap Arifah.
Meski demikian, langkah tersebut juga menjadi pengingat bahwa pemenuhan hak anak tidak cukup diwujudkan melalui kegiatan simbolik. Kehadiran anak-anak jalanan dan anak pemulung dalam agenda kenegaraan memperlihatkan masih adanya kelompok anak yang hidup dalam kondisi rentan dan membutuhkan perlindungan berkelanjutan, mulai dari akses pendidikan, kesehatan, hingga pengasuhan yang layak.
Lebih lanjut, Arifah menyampaikan bahwa puncak peringatan Hari Anak Nasional 2026 akan digelar di Provinsi Kepulauan Riau pada 23 Juli mendatang. “Hari puncak yang pertama akan dilaksanakan di Kepulauan Riau,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa peringatan HAN tahun ini dilaksanakan secara desentralisasi agar menjangkau lebih banyak anak di seluruh Indonesia. Pemerintah daerah, mulai dari tingkat provinsi, kabupaten/kota hingga desa, didorong menyelenggarakan kegiatan yang berpihak pada kepentingan anak.
“Pemerintah daerah di tingkat provinsi, kabupaten, kota sampai tingkat desa kami dorong untuk melakukan peringatan Hari Anak Nasional. Jadi membahagiakan anak-anak, mendekatkan semua pemangku kepentingan untuk lebih punya perhatian khusus kepada anak-anak kita,” ujar Arifah.
Terpopuler
1
Diskusi Kabla Muktamar Ke-35 di Unusia: Pengendali NU Kian Anonim, Perlu Menjaga Jarak dari Intervensi Negara
2
Akui Dapat Banyak Kritik, Presiden Prabowo Heran MBG Disebut Pemborosan
3
Pendukung Spanyol Kibarkan Bendera Palestina Sepanjang Turnamen Piala Dunia 2026
4
Gempa 7,3 Magnitudo Guncang Meksiko, Tidak Ada Korban Maupun Kerusakan Langsung
5
Fachry Ali Ulas Muktamar Cipasung 1994 Jadi Perlawanan NU terhadap Intervensi Pemerintah
6
Lowongan Kerja Belum Ramah Difabel, Di Mana Letak Keadilannya?
Terkini
Lihat Semua