Nasional

Harlah ke-80, Muslimat NU Dorong Perempuan Jadi Motor Pembangunan Nasional

NU Online  ·  Senin, 30 Maret 2026 | 18:00 WIB

Harlah ke-80, Muslimat NU Dorong Perempuan Jadi Motor Pembangunan Nasional

Ketua PP Muslimat NU, Arifatul Choiri Fauzi. (Foto: Muslimat NU)

Jakarta, NU Online

Momentum Hari Lahir (Harlah) ke-80, Pimpinan Pusat (PP) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) menegaskan pentingnya penguatan peran perempuan sebagai motor pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.


Ketua PP Muslimat NU Arifatul Choiri Fauzi menyampaikan bahwa perempuan memiliki posisi strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia, terutama dari tingkat keluarga dan komunitas.


"Perempuan, khususnya kader Muslimat NU, harus menjadi penggerak utama dalam melahirkan generasi yang berkualitas dan berdaya saing global,” ujar Arifa dalam keterangan yang diterima NU Online, Senin (30/3/2026).


Menurutnya, penguatan peran perempuan sejalan dengan arah kebijakan nasional, termasuk dalam Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia yang menekankan pengembangan sumber daya manusia, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan.


Arifa menegaskan, Muslimat NU telah bertransformasi menjadi organisasi yang tidak hanya bergerak di bidang keagamaan, tetapi juga mampu menjawab berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.


Salah satu bentuk konkret kontribusi tersebut adalah penguatan 2.500 paralegal Muslimat NU yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia untuk memberikan bantuan hukum kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan.


Selain itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan dalam memperkuat pemberdayaan perempuan.


"Kami berharap sinergi antara pemerintah, termasuk Kementerian PPPA, dengan Muslimat NU dan organisasi lainnya dapat terus diperkuat. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri,” ungkapnya.


Menurut Arifa, pembangunan nasional akan berjalan lebih optimal apabila melibatkan kekuatan masyarakat di tingkat akar rumput, termasuk gerakan perempuan.


"Pemerintah akan kuat dan berdaya maksimal jika berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, terutama gerakan di tingkat grassroots,” imbuhnya.


Melalui penguatan organisasi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, Muslimat NU optimistis perempuan Indonesia dapat menjadi pilar utama dalam mewujudkan generasi unggul.


"Muslimat NU memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.