Nasional

Kebakaran Gunung Bromo Meluas 889 Hektare, BNPB Ungkap Beratnya Medan hingga Minimnya Sumber Air

NU Online  ยท  Rabu, 12 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Kebakaran Gunung Bromo Meluas 889 Hektare, BNPB Ungkap Beratnya Medan hingga Minimnya Sumber Air

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur hingga Selasa (11/8/2026) malam telah menghanguskan sekitar 889 hektare lahan. (Dok Taman Nasional Bromo Tengger Semeru)

Jakarta, NU Online

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur hingga Selasa (11/8/2026) malam telah menghanguskan sekitar 889 hektare lahan. Kebakaran tersebut tersebar di empat wilayah administratif, yakni Kabupaten Probolinggo, Lumajang, Malang, dan Pasuruan.

 

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengungkapkan bahwa proses pemadaman menghadapi sejumlah hambatan serius.

 

Dia mengatakan bahwa kendala pertama berasal dari kondisi medan yang sangat sulit dijangkau.


โ€œTitik api berada di ketinggian dengan sudut kemiringan curam hingga 80 derajat, sehingga tidak memungkinkan bagi tim darat untuk menjangkau lokasi demi keselamatan jiwa para personel,โ€ ujar Suharyanto dalam keterangan diterima NU Online, Rabu (12/8/2026).


Suharyanto mengatakan bahwa kondisi tersebut membuat upaya pemadaman tidak bisa sepenuhnya mengandalkan personel darat. BNPB terpaksa mengoptimalkan dukungan udara untuk menjangkau titik-titik api yang berada di area terjal dan berisiko tinggi.


Selain medan yang ekstrem, keterbatasan sumber air juga menjadi hambatan utama. Kata dia, Saat ini, kebutuhan air untuk armada pemadaman masih mengandalkan pasokan dari Ranu Pani. Keterbatasan sumber air di sekitar lokasi kebakaran menyebabkan proses water bombing tidak dapat dilakukan secara maksimal dan cepat.


Kendala berikutnya adalah faktor cuaca. BNPB belum dapat segera melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) karena kondisi atmosfer belum mendukung pembentukan hujan buatan.


โ€œBerdasarkan penjelasan BMKG, terdapat potensi awan hujan pada 14 hingga 16 Agustus. Jika potensi tersebut dikonfirmasi, BNPB akan segera menggelar Operasi Modifikasi Cuaca agar hujan dapat diturunkan secara optimal di area terdampak,โ€ ucap Suharyanto.


BNPB bersama BPBD provinsi maupun kabupaten/kota menargetkan dua titik api utama dapat dipadamkan pada Jumat mendatang. Saat ini, tiga unit helikopter water bombing disiagakan untuk mendukung operasi pemadaman.


โ€œSaat ini ada tiga unit helikopter water bombing yang disiagakan. Begitu dua titik di Bromo ini berhasil dipadamkan dengan target hari Jumat, dua unit armada akan segera kita geser untuk mendukung operasi pemadaman di daerah lain yang juga membutuhkan dukungan udara,โ€ kata Suharyanto.


Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno menegaskan bahwa pemadaman harus dipercepat hingga api benar-benar padam.

 

โ€œDari 34 titik api, kini tersisa dua titik yang masih dalam proses pemadaman. Di tengah fenomena El Nino, kewaspadaan dan pencegahan harus terus diperkuat. Masyarakat dan wisatawan juga diimbau berhati-hati dengan api agar tidak memicu kebakaran baru,โ€ ujarnya.