Nasional

Kendala Pemadaman di 7.334 Titik Api Karhutla 6 Provinsi

NU Online  ·  Kamis, 27 Agustus 2026 | 11:40 WIB

Kendala Pemadaman di 7.334 Titik Api Karhutla 6 Provinsi

Proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kota Pekanbaru, Riau pada Senin (24/8/2026). (Dok BPBD Kota Pekanbaru)

Jakarta, NU Online
 
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap sejumlah kendala dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di enam provinsi. Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Suar Pelita Panjaitan menyebut terdapat empat kendala utama.

 

Pertama, karakteristik lahan gambut yang sulit dipadamkan, sementara sumber air jauh dari titik api dan kapasitas bucket terbatas, seperti di Ketapang, Kubu Raya, Sambas, dan Mempawah, Kalimantan Barat.

 

Kedua, faktor cuaca dan iklim. Angin kencang dapat memperluas karhutla, sedangkan akses darat dan sumber air terbatas di Banjar, Banjarbaru, Tanah Laut, dan Barito Kuala, Kalimantan Selatan.

 

“Asap pekat membatasi jarak pandang, serta vegetasi tinggi/padat di Kab. Pelalawan, Bengkalis, Siak, Kampar, dan Indragiri Hulu, Riau,” ujar Berton dalam konferensi pers pada Rabu (26/8/2026).

 

Ketiga, aksesibilitas dan ketersediaan air. Kondisi tersebut terjadi di Banyuasin, Muara Enim, OKI, dan Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, serta Katingan, Kalimantan Tengah.

 

Keempat, batasan operasional udara akibat kabut asap. Visibility yang rendah membatasi penerbangan water bombing. Sejumlah helikopter juga mengalami kendala teknis atau memasuki masa maintenance.

 

“Contohnya di Provinsi Jambi tanggal 25 Agustus tidak dapat melakukan operasi udara dikarenakan d/t Visibility Below Minima,” katanya.

 

Berton menjabarkan bahwa data hingga Rabu (26/8/2026), di Kalimantan Barat memiliki 2.610 hotspot dan 64 fire spot atau titik api, dengan indikasi kebakaran seluas 38.310 hektare lebih. Jarak pandang sekitar di bawah satu kilometer.

 

“Dari kemarin di beberapa kabupaten di Kalimantan Barat sudah ada hujan. Ini karena kerja dari operasi modifikasi cuaca,” katanya.

 

Ia menyampaikan di Kalimantan Tengah terdapat 2.110 titik hotspot dan 55 fire spot dengan indikasi lahan yang terbakar seluas 7.634 hektar lebih. Jarak pandang normal di atas 10 kilometer.

 

Di Kalimantan Selatan tercatat 817 hotspot dan 1.995 fire spot, dengan indikasi lahan terbakar 9.605 hektare lebih dan jarak pandang di atas Sembilan kilometer. Sumatera Selatan mencatat 1.438 hotspot dan 25 fire spot, dengan indikasi lahan terbakar 1.926 hektare lebih serta jarak pandang tiga kilometer.

 

Sementara itu, Riau memiliki 225 hotspot dan 10 fire spot, dengan indikasi lahan terbakar 16.439 hektare lebih dan jarak pandang di atas satu kilometer.

Baca Juga

 

“Kami juga perlu sampaikan bahwa di Riau juga sejak pagi tadi sudah terjadi hujan di beberapa kabupaten,” ucap Berton.

 

Di Jambi terdapat 134 hotspot dan 11 fire spot, dengan indikasi lahan terbakar 954 hektare lebih serta jarak pandang satu kilometer.

 

“Kami di sana (lokasi karhutla) tetap berjaga secara optimal untuk melihat apakah masih ada potensi kebakaran baru atau titik-titik hotspot baru di saat sekarang ini maupun besok hari,” pungkas Berton.