Nasional

Korban Gempa M7,7 NTT: 70 Meninggal Dunia, 1.182 Luka-Luka, dan 40 Ribu Warga Mengungsi

NU Online  ยท  Rabu, 19 Agustus 2026 | 11:30 WIB

Korban Gempa M7,7 NTT: 70 Meninggal Dunia, 1.182 Luka-Luka, dan 40 Ribu Warga Mengungsi

Para pengungsi gempa bumi di Posko NU Peduli di Gelora Samador, Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Senin (17/8/2026). (Dok NU Peduli NTT)

Jakarta, NU Online

Korban gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah. Hingga Selasa (18/8/2026) pukul 18.00 WIB, tercatat 70 orang meninggal dunia, 1182 orang luka-luka, dan 40.040 orang mengungsi atau 16.411 kepala keluarga.


Direktur Operasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Yudhi Bramantyo mengatakan wilayah yang terdampak gempa tersebut berada di NTT meliputi Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ngada, Sikka, Nagekeo, dan Ende. Dampak juga dirasakan di Kabupaten Bima dan Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), serta Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.


โ€œSampai hari keempat kegiatan yang telah kami lakukan adalah melaksanakan penyisiran di wilayah-wilayah yang terdampak. Karena sampai dengan hari ketiga operasi yang kita laksanakan tinggal penyisiran yang berdasarkan laporan atau masukan dan data dari para korban, saudara-saudara mereka, tetangga, rekan yang tercatat masih dalam pencarian,โ€ ujarnya dalam konferensi pers pada Selasa (18/8/2026).


Selain pencarian dan penyisiran, Yudhi menyampaikan bahwa Basarnas memperkuat layanan kesehatan setelah menerima laporan warga terdampak.


โ€œMenerima beberapa masukan dari warga yang terdampak khususnya di Manggarai atau Kecamatan Lamba Leda terkait beberapa permasalahan kesehatan dan kami perkuatan tim kesehatan. Kami gerakkan 40 tenaga medis yang nanti juga ke Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai,โ€ katanya.


โ€œDari Kementerian Kesehatan ada posko kesehatan di Labuan Bajo, kami mengevakuasi empat korban yang kami bawa ke posko kesehatan di Labuan Bajo,โ€ lanjutnya.


Ia menjabarkan data luka-luka menunjukkan dampak besar terutama di Manggarai Timur, dengan 442 luka berat dan 513 luka ringan. Di Manggarai terdapat 31 luka berat dan 88 luka ringan. Ngada mencatat 14 luka berat, satu luka sedang, dan 19 luka ringan. Nagekeo 13 luka berat dan sembilan luka ringan, Manggarai Barat 13 luka-luka, serta Sikka 12 luka berat dan tujuh luka ringan.


Yudhi menyampaikan bahwa sebanyak 40.040 warga mengungsi. Rinciannya, Manggarai 6.487 orang, Manggarai Timur 966 orang di posko BPBD dan sekitar 14.000 jiwa mengungsi secara mandiri, Manggarai Barat 600 jiwa, Nagekeo 6.221 jiwa, Sikka 5.681 jiwa, Ende 3.66 jiwa, dan Ngada 1.920 jiwa.


Kerusakan rumah mencapai 11.925 unit, terdiri atas 5.516 rusak berat, 1.916 rusak sedang, dan 4.493 rusak ringan. Fasilitas pendidikan 653 unit, tempat ibadah 173 unit, fasilitas kesehatan 182 unit, kantor 184 unit, gudang Bulog satu unit, irigasi tujuh unit, fasilitas umum 49 unit, titik jalan 39 unit, pasar satu unit, dan jembatan tiga unit turut rusak.


โ€œKami sampaikan bahwa terdapat 33 titik longsor dengan 32 titik telah ditangani sementara dan sudah fungsional. Kami juga memfokuskan perbaikan pemulihan jaringan komunikasi dan sumber daya air,โ€ ucap Yudhi.


Ia mengatakan pada sektor pariwisata, keselamatan wisatawan menjadi prioritas. Kondisi Labuhan Bajo dan Taman Nasional Komodo secara umum berjalan normal. Akses pelayaran dan aktivitas ke Pelabuhan Marina Labuhan Bajo telah dibuka kembali.


โ€œWisatawan dipastikan dalam kondisi aman meski ada delapan tempat wisata yang rusak ringan,โ€ pungkasnya.