LF PBNU Instruksikan Rukyatul Hilal Awal Rabiul Awal 1448 H Sore Ini
NU Online ยท Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:45 WIB
Muhammad Syakir NF
Penulis
Jakarta, NU Online
Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) menginstruksikan seluruh perukyah Nahdlatul Ulama di Indonesia untuk melakukan rukyatul hilal awal Rabiul Awal 1448 H pada Kamis (13/8/2026) sore.
Instruksi tersebut disampaikan melalui Surat Penjelasan Rukyah Rabiul Awal 1448 H Nomor 157/PB.08/A.II.08.13/13/08/2026 yang ditandatangani Ketua LF PBNU KH Sirril Wafa dan Sekretaris LF PBNU H Asmui Mansur pada Kamis (13/8/2026).
โLembaga Falakiyah PBNU menginstruksikan kepada para perukyah Nahdlatul Ulama se-Indonesia untuk melaksanakan rukyatul hilal awal Rabiโul Awal 1448 H pada hari Kamis Pahing, 29 Shafar 1448 H/13 Agustus 2026 M,โ demikian bunyi surat tersebut.
LF PBNU meminta hasil rukyatul hilal dilaporkan secara tertulis melalui grup WhatsApp LFNU se-Indonesia.
โMohon juga untuk dilaporkan melalui WhatsApp Group LFNU se-Indonesia,โ lanjut surat tersebut.
Data Hisab LF PBNU
Berdasarkan perhitungan LF PBNU, tinggi hilal akhir Safar 1448 H pada Kamis Pahing, 13 Agustus 2026 M, mencapai 7 derajat 29 menit 54 detik. Sementara elongasi mencapai 9 derajat 35 menit 35 detik dan lama hilal berada di atas ufuk selama 33 menit 55 detik.
Adapun ijtima (konjungsi) terjadi pada Kamis, 13 Agustus 2026 M, pukul 00.38.02 WIB.
Perhitungan tersebut menggunakan markaz Jakarta, yakni Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, dengan koordinat 6ยบ 11โ 25โ LS dan 106ยบ 50โ 50โ BT. Penghitungan dilakukan menggunakan metode falak (hisab) tahqiqi tadqiki ashri kontemporer khas Nahdlatul Ulama.
Letak Matahari saat terbenam berada 14 derajat 34 menit 42 detik di utara titik barat, sedangkan letak hilal berada pada posisi 12 derajat 42 menit 17 detik di utara titik barat.
Dengan demikian, kedudukan hilal berada 1 derajat 52 menit 24 detik di utara Matahari dengan posisi hilal miring ke selatan.
LF PBNU mencatat parameter hilal terendah terdapat di Kota Merauke, Papua Selatan. Ketinggian hilal di wilayah tersebut mencapai 6 derajat 18 menit, dengan elongasi hilal haqiqy 8 derajat 23 detik dan lama hilal berada di atas ufuk selama 28 menit 50 detik.
Sementara itu, ketinggian hilal tertinggi terjadi di Kota Lhoknga, Aceh. Ketinggian hilal mencapai 7 derajat 15 menit, dengan elongasi hilal haqiqy 10 derajat 08 menit dan lama hilal berada di atas ufuk selama 31 menit 34 detik.
Data tersebut menunjukkan hilal telah berada di atas ufuk dan memenuhi kriteria imkanurrukyah. Tinggi hilal telah melebihi 3 derajat dan elongasi lebih dari 6,4 derajat. Bahkan, di wilayah Indonesia bagian barat, posisi hilal telah memenuhi qathโiyur rukyah.
Data BMKG
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga merilis data perhitungan hilal melalui Informasi Prakiraan Hilal Saat Matahari Terbenam Tanggal 13 Agustus 2026 M (Penentu Awal Bulan Rabiul Awal 1448 H).
Dalam informasi tersebut, BMKG menjelaskan bahwa konjungsi terjadi pada Rabu, 12 Agustus 2026 M, pukul 17.36.34 UT atau Kamis, 13 Agustus 2026 M, pukul 00.36.34 WIB, 01.36.34 WITA, dan 02.36.34 WIT.
Di wilayah Indonesia pada 13 Agustus 2026, waktu Matahari terbenam paling awal terjadi pada pukul 17.37.52 WIT di Merauke, Papua. Sementara waktu Matahari terbenam paling akhir terjadi pada pukul 18.53.12 WIB di Sabang, Aceh.
Adapun ketinggian hilal di Indonesia saat Matahari terbenam pada 13 Agustus 2026 berkisar antara 6,43 derajat di Jayapura, Papua, hingga 7,8 derajat di Tua Pejat, Sumatra Barat.
Sementara itu, elongasi hilal di Indonesia saat Matahari terbenam pada tanggal yang sama berkisar antara 8,38 derajat di Merauke, Papua, hingga 10,18 derajat di Sabang, Aceh.
Data BMKG juga menunjukkan umur Bulan di Indonesia saat Matahari terbenam pada 13 Agustus 2026 berkisar antara 15,02 jam di Merauke, Papua, hingga 18,28 jam di Sabang, Aceh.
Adapun lama hilal berada di atas ufuk saat Matahari terbenam pada 13 Agustus 2026 berkisar antara 30,3 menit di Jayapura, Papua, hingga 36,18 menit di Pelabuhan Ratu, Jawa Barat.
Terpopuler
1
Besok Rebo Wekasan, Berikut Amalan dan Doa yang Dianjurkan
2
Masyarakat Adat Kalimantan Timur Ungkap Penolakan Proyek Karbon Bank Dunia
3
Khutbah Jumat: Makna Kemerdekaan yang Hakiki dalam Islam
4
Alma Esbeye Siap Tampil Meriahkan Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas
5
Innalillah, Sesepuh Buntet Pesantren KH Hasanuddin Kriyani Wafat
6
Gus Yahya Lepas Jenazah KH Hasanuddin Kriyani di RSPAD, Kenang sebagai Panutan Umat
Terkini
Lihat Semua