Nasional MUKTAMAR KE-35 NU

Menengok Dapur Umum Penopang Konsumsi Muktamar Ke-35 NU

NU Online  ยท  Jumat, 28 Agustus 2026 | 16:30 WIB

Menengok Dapur Umum Penopang Konsumsi Muktamar Ke-35 NU

Petugas di dapur umum menyiapkan makanan untuk kelancaran Muktamar Ke-35 NU (NU Onilne/Rikhul Jannah)

Jombang, NU Online
Kemegahan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) tidak hanya ditopang oleh aktivitas di panggung utama dan ruang persidangan. Di balik ramainya kegiatan, dapur umum bekerja dalam senyap untuk memastikan kebutuhan konsumsi panitia, satuan tugas (Satgas) keamanan, dan pihak yang telah terdata tetap terpenuhi.

 

Koordinatorย Dapurย Umum Muktamar Ke-35 NU, Icha Aulaul Muhimmah menyampaikan bahwa dapur umum beroperasi mulai 26 hingga 30 Agustus 2026. Namun, persiapannya telah dilakukan beberapa hari sebelum pelaksanaan.

 

"Tapi untuk persiapannya sudah beberapa hari sebelumnya," ujar Icha saat ditemui NU Online di Jombang ย pada Jumat (28/8/2026).

 

Ia menjelaskan bahwa operasional dapur melibatkan banyak tenaga dari sejumlah lini, termasuk Fatayatย NU, Muslimatย NU, dan Taruna Siaga Bencana (Tagana). Dalam satu kali memasak, sekitar 58 orang terlibat. Mereka dibagi dalam dua sif untuk menyiapkan konsumsi makan siang dan makan malam.

 

"Siang itu kita mulai masaknya dari jam 1 malam sampai selesai. Terus mulai packing juga jam 6 pagi sampai selesai.ย Kalau sif (siang) masaknya mulai pagi, jam 7 pagi sampai selesai juga,โ€ katanya.

 

Untuk sif siang, proses pengemasan dimulai pukul 13.00ย hingga selesai. Makanan kemudian diambil sekitar pukul 17.00ย atau setelah Magrib. Setiap pengambilan disertai surat jalan, sementara penerima harus terlebih dahulu masuk dalam daftar yang telah disiapkan.

 

"Jadi kalau ada yang butuh makan, daftar ke kita. Jadi ada list-nya juga,โ€ jelas Icha.

 

Icha menyampaikan bahwa kebutuhan logistik dapur juga berasal dari sumbanganย Nahdliyin. Bantuan tersebut antara lain berupa sayuran dan beras.ย 

 

Ia menyebut pernah datang satu truk sayuran, sementara bantuan beras mencapai 10 ton. Saat ini, persediaan beras diperkirakan sekitar 14 ton.

 

Dalam sehari, dapur memproduksi lebih dari 3.000 kotak makanan. Jumlah itu sengaja dibuat sedikit berlebih untuk mengantisipasi kebutuhan yang tidak terduga.

 

"Sehari ada tiga ribu lebih dikit. Karena meskipun kita (buat) tiga ribu, realnya kita kasih lebihan. Karena nggak tahu kan ada yang kurang atau bagaimana, kayakย gitu,โ€ tuturnya.

 

Namun, makanan tersebut bukan untuk seluruh peserta Muktamar maupun rombongan liar. Distribusi ditujukan bagi panitia, satgas, sejumlah petugas keamanan, dan orang-orang yang telah mendaftar.

 

"Ini bukan untuk peserta Muktamar, juga bukan buat Romli (rombongan liar). Kita buat Panitia, Satgas, dan beberapa keamanan, dan beberapa orang-orang yang sudah daftar ke kita gitu,โ€ tegas Icha.

 

Icha mengatakan pendataan diperbarui setiap hari dan distribusi dilakukan per tower. Sistem tersebut dibuat agar kebutuhan makanan dapat dihitung dan distribusi tidak rancu. Jika ada tambahan penerima, jumlah masakan untuk hari berikutnya akan disesuaikan.

 

Di tengah kesibukan Muktamar, kerja dapur umum mungkin tidak banyak terlihat. Namun, ia menilai peran tersebut tetap menjadi bagian penting dari keberlangsungan acara.

 

"Meskipun kita nggak di depan ya, kita nggak di depan panggung, nggak ikut berkontribusi di depan banyak orang, tapi kita di belakang layar orang-orang suksesnya acara.ย Ada tangan-tangan yang ikhlas untuk berkhidmat,โ€ tutur Icha.