Pagar Nusa Siagakan 700 Pasukan Inti Kawal Muktamar Ke-35 NU, Gus Nabil: Bagian dari Khidmah
NU Online · Kamis, 27 Agustus 2026 | 07:26 WIB
Jombang, NU Online
Sebanyak 700 personel Pasukan Inti (PASTI) Pagar Nusa dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) disiagakan untuk mengamankan pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas, Jombang.
Ketua Umum Pagar Nusa, Muchamad Nabil Haroen (Gus Nabil) menyebut pengamanan tersebut merupakan bagian dari tiga bentuk khidmah, yakni khidmah kepada Nahdlatul Ulama, masyayikh, dan muktamar.
“Kita bertugas di sini merupakan bagian dari tiga khidmah, yakni khidmah Nahdlatul Ulama, khidmah masyayikh, dan khidmah muktamar,” kata Gus Nabil di hadapan pasukan Pagar Nusa dan Banser di lapangan sebelah Mushala Al Anshor, Rabu (26/8/2026).
Baca Juga
Gus Maksum, Sang Pendekar Pagar Nusa
Ia menilai sinergi antara Pagar Nusa melalui Pasukan Inti (PASTI) dan Ansor menjadi kekuatan penting dalam mendukung kelancaran pelaksanaan muktamar.
“Ini merupakan sinergi yang bagus,” ujarnya.
Para personel PASTI ini berasal dari berbagai wilayah. Kontribusi terbesar berasal dari Jawa Timur dengan 300 personel.Selain itu, Pagar Nusa mendapat dukungan personel dari sejumlah wilayah lain, di antaranya Jawa Tengah sebanyak 52 personel, Jawa Barat 48 personel, DKI Jakarta 36 personel, serta sejumlah daerah di Sumatra.
“Semua ingin ikut berkhidmah memeriahkan acara ini,” tutur Gus Nabil.
PASTI merupakan pasukan inti Pagar Nusa yang direkrut dari pesilat dengan kemampuan dan jenjang kepelatihan tinggi. Mereka telah mencapai sabuk hitam dan merupakan pelatih Pagar Nusa.
Sementara itu, Komandan Peleton Pagar Nusa dalam pengamanan Muktamar Ke-35 NU, Masrur, menjelaskan bahwa sistem pengamanan dilakukan secara berlapis dan berlangsung selama 24 jam.
Personel dibagi dalam beberapa sift dengan jumlah yang disesuaikan berdasarkan tingkat kerawanan dan lokasi pengamanan. Khusus area VVIP, misalnya, disiagakan sekitar 30 personel.
“Tujuan pengamanan ini tidak sekadar menjaga titik, tetapi memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, lancar, dan terkendali,” kata Masrur saat ditemui di Posko Pagar Nusa, kawasan Tower 3 Pondok Pesantren An Nashriyah Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Kamis (27/8/2026).
Dalam operasi pengamanan selama 24 jam tersebut, personel dibagi menjadi tiga sif yang bekerja di empat sektor dan satu Pusat Komando Pengendalian (Puskodal) sebagai pusat kendali terpadu.
Sistem tersebut menempatkan sektor sebagai penjaga ruang, pos sebagai pelapor situasi, sedangkan Puskodal berfungsi menyatukan informasi sekaligus memberikan komando atas respons yang diperlukan.
Empat sektor pengamanan meliputi venue utama, sidang komisi, Tower A-I, serta area pendukung. Pembagian tersebut dilakukan agar setiap wilayah mendapat perhatian optimal tanpa memutus jalur koordinasi.
Masrur menambahkan, personel Pagar Nusa untuk sementara ditempatkan di ring 2. Namun, penempatan dapat bergeser ke ring 1 secara kondisional sesuai perkembangan situasi di lapangan.
“Untuk saat ini, kami ditugaskan di ring 2. Nanti penempatan bisa geser-geser ke ring 1 secara kondisional menyesuaikan situasi,” jelasnya.
Menurut Ketua PC Pagar Nusa Kendal tersebut, pengalaman para pesilat dalam berinteraksi dengan kiai, nyai, gus, ning, dan tokoh NU menjadi salah satu keunggulan dalam mendukung pengamanan muktamar.
“Kita terbiasa berhadapan dengan banyak tokoh ulama. Ini penting menjadi pengalaman berharga. Dengan banyak mengenal para kiai, nyai, gus, ning, dan sebagainya, kita mengenal wajah dan nama. Jadi tidak hanya melihat dari ID card, tetapi juga mengenal wajah. Istilahnya screening bertingkat,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa setiap personel tidak hanya dituntut mampu merespons dengan cepat, tetapi juga harus memiliki kemampuan mengamati, melaporkan, memverifikasi, mengendalikan, hingga memulihkan situasi.
Dalam pelaporan, personel setidaknya harus menyampaikan unsur apa, siapa, di mana, kapan, dampak yang ditimbulkan, tindakan awal yang telah dilakukan, serta bantuan yang dibutuhkan.
Meski merupakan pesilat yang memiliki kemampuan bela diri, Masrur mengingatkan personel agar tidak mengedepankan kekuatan fisik dalam menjalankan tugas pengamanan.
“Meski kita itu pesilat, tidak boleh ‘bat-bet’ karena yang dihadapi adalah orang tua kita. Kita ini anaknya NU. Tapi harus sat-set,” katanya.
Lebih lanjut, ia menilai Muktamar Ke-35 NU merupakan forum tertinggi organisasi yang akan menentukan arah perjalanan NU ke depan. Karena itu, Pagar Nusa siap menjaga agar seluruh proses muktamar berlangsung aman dan kondusif.
Ia berharap gelaran tersebut berjalan aman dan terkendali. Siapa pun yang nantinya mendapat amanah memimpin NU, Pagar Nusa akan tetap memberikan dukungan sebagai bagian dari keluarga besar NU.
“Muktamar ini harus aman dan terkendali, tidak ada intervensi. Siapa pun pimpinannya, Pagar Nusa sebagai anak NU selalu mendukung,” tegasnya.
Kontributor: Nazlal Firdaus Kurniawan
Terpopuler
1
Para Kiai Sepuh Sarankan Presiden Prabowo Tindak Tegas Pejabat yang Ikut Campur Muktamar Ke-35 NU
2
Ini Jadwal Lengkap Agenda Muktamar ke-35 NU di Tambakberas Jombang
3
KH Ma’ruf Amin: Calon Ketua Umum PBNU Harus Punya Kapasitas Manajerial dan Teknokratis
4
Muktamar Ke-35 NU Dibuka Kamis 27 Agustus Pukul 15.00 WIB oleh Presiden Prabowo
5
Anjuran Merayakan Maulid Nabi Muhammad dan Dalil-Dalilnya
6
Muktamar NU: Absennya Tema Besar dan Agenda Kerakyatan
Terkini
Lihat Semua