Panitia Lokal Pastikan Kekerasan yang Sempat Ramai, Terjadi di Luar Arena Muktamar Ke-35 NU
NU Online · Ahad, 30 Agustus 2026 | 01:15 WIB
Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama KH Abdurrozaq Sholeh (Gus Rozaq) (Foto: NU Online/Fathur)
M Fathur Rohman
Kontributor
Jombang, NU Online
Ketua Panitia Lokal Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama KH Abdurrozaq Sholeh (Gus Rozaq) meluruskan informasi yang santer beredar menyusul konferensi pers Bakal Calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdussalam Shohib (Gus Salam) yang mengungkap dugaan kekerasan terhadap muktamirin di tengah pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Gus Rozaq menegaskan insiden dugaan pemukulan yang disinggung dalam konferensi pers tersebut tidak terjadi di arena Muktamar, melainkan di lokasi lain di luar area yang menjadi tanggung jawab panitia lokal.
"Menindaklanjuti dari konferensi pers dari salah satu calon Ketua Umum PBNU terkait narasi yang adanya kekerasan terkait dengan muktamar itu saya tegaskan tidak benar. Itu terjadi di luar arena muktamar," kata Gus Rozaq di kediamannya, Kompleks Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Ahad (30/8/2026) dini hari.
Ia menyesalkan atas konferensi pers yang menurutnya hanya menyajikan satu sisi cerita, karena dinilai berpotensi menciptakan narasi negatif dan mencoreng citra pelaksanaan Muktamar yang menurut Gus Rozaq telah berjalan kondusif sejak awal.
"Kami sebagai Ketua Panlok sangat menyesalkan konferensi pers yang sepihak. Karena ini akan membikin narasi yang negatif dan merusak citra muktamar yang sudah berjalan kondusif mulai dari awal sampai malam ini," ujarnya.
Berdasarkan konfirmasi yang ia terima, Gus Rozaq menyebut insiden pemukulan terjadi di salah satu hotel di kawasan Jalan Kepatihan, bukan di wilayah Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas yang menjadi lokasi utama pelaksanaan Muktamar.
"Saya sudah dapat konfirmasi yang lengkap bahwasanya pemukulan terjadi di salah satu hotel di Jalan Kepatihan, bukan wilayah daerah yang di situ dalam jangkauan panitia lokal. Jadi tidak benar adanya pemukulan ada di arena muktamar," katanya.
Gus Rozaq membenarkan bahwa korban merupakan salah satu pengurus NU yang kemungkinan berstatus delegasi resmi Muktamar, namun ia memastikan kejadian tersebut tidak berlangsung di area yang menjadi tanggung jawab keamanan panitia.
"Korbannya salah satu pengurus NU, otomatis mungkin dia juga sebagai delegasi resmi, tapi saya pastikan tidak terjadi di wilayah Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang," ujarnya.
Mengenai motif kejadian, Gus Rozaq mengaku belum mengetahui secara pasti, dan menyebut kemungkinan penyebabnya bisa berkaitan dengan persoalan pribadi maupun dinamika Muktamar itu sendiri.
"Motifnya kami kurang tahu. Bisa jadi masalah pribadi atau mungkin masalah yang terkait dengan dinamika muktamar ini," katanya.
Berdasarkan konfirmasi resmi yang ia terima dari Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jombang, Gus Rozaq menyebut baik korban maupun terlapor berasal dari Kalimantan.
Ia turut membacakan sejumlah detail laporan kepolisian, termasuk lokasi kejadian di sebuah hotel di Desa Kepatihan, Kabupaten Jomban dengan pelapor bernama Muhammad Nasir Irfan dan saksi bernama Imam Bukhari.
"Ini tempat kejadian di hotel alamat Desa Kepatihan, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang. Pelapor/korban Muhammad Nasir Irfan Saksi Imam Bukhari. Terlapor Alwan Saputra, muktamirin Ketua PWNU Kalimantan Utara," ujarnya.
Soal kaitan antara insiden ini dengan dinamika perbedaan sikap dalam mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU sebagaimana disinggung Gus Salam sebelumnya, Gus Rozaq menegaskan bahwa panitia lokal tidak mengetahui perihal tersebut karena kejadian berlangsung di luar wilayah tanggung jawab keamanan panitia.
"Itu mungkin dinamika yang terjadi di luar. Panitia tidak mengetahui sama sekali karena terjadinya bukan di tower atau penginapan yang disiapkan panitia. Kalau kita kan bertanggung jawab keamanan 24 jam di tower yang telah disiapkan oleh panitia," ujarnya.
Terkait perkembangan penanganan kasus, Gus Rozaq menyatakan pihaknya berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan sesuai proses hukum yang berlaku, mengingat kasus ini telah dilaporkan ke pihak kepolisian.
"Perkembangan kasus ini ya kami berharap diselesaikan, kalau memang sudah di ranah kepolisian ya ikuti proses yang berjalan," katanya.
Ia menegaskan panitia lokal tidak mengambil tindakan khusus baik terhadap terlapor maupun dalam bentuk perlindungan kepada korban, karena posisi panitia dalam hal ini terbatas pada meluruskan informasi yang beredar.
"Tidak ada tindakan sama sekali. Kami hanya meluruskan narasi yang tidak benar terkait dengan kejadian atau apapun yang bisa berpotensi menjadi stigma negatif terhadap pelaksanaan muktamar di Tambakberas ini," ujarnya.
Sementara itu, soal kondisi korban pascakejadian, termasuk apakah yang bersangkutan telah kembali mengikuti rangkaian sidang Muktamar, Gus Rozaq mengaku pihaknya belum menerima informasi lebih lanjut. "Kami belum dapat konfirmasi lebih lanjut," pungkasnya.
Sebelumnya, Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang, KH Abdussalam Sohib (Gus Salam) mengungkap adanya dugaan kekerasan terhadap salah satu peserta Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama di Jombang.
Kasus itu kini sudah dilaporkan ke Polres Jombang dan diminta untuk diproses secara hukum.
"Dari daerah ada teman kami yang mengalami kekerasan oleh oknum Pengurus Wilayah. Daerah dan namanya kami rahasiakan dulu. Sudah kami laporkan ke Polres Jombang," katany saat Konferensi Pers di Ponpes Mamba’ul Ma’arif, Denanyar, Jombang, Sabtu (29/8/2026).
Menurut Gus Salam, korban merupakan pengurus PCNU. Ia baru bercerita kepada dirinya pada Jumat malam. Bentuk kekerasan yang dialami adalah pemukulan. "Dipukuli. Alasannya karena yang bersangkutan tidak mengikuti arahan dari pengurus wilayah," terangnya.
Terpopuler
1
Dijual Setan Muktamar
2
LPJ PBNU 2021–2026 Diterima Aklamasi, Gus Yahya Sampaikan Terima Kasih dan Minta Maaf
3
Khutbah Jumat: Mengambil Teladan dari Model Kepemimpinan Nabi
4
Khutbah Jumat: Ketika Manusia Merusak Alam, Saatnya Meneladani Rasulullah Saw
5
Khutbah Jumat: Peringatan Allah bagi Mereka yang Merusak Alam
6
Gus Yusuf Maju sebagai Caketum PBNU, Klaim Tak Langgar AD-ART NU
Terkini
Lihat Semua