Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi meluncurkan Nahdlatul Ulama Harvest Maslaha (NHM) sebagai platform investasi syariah global milik NU. Peluncuran tersebut digelar di Hotel JW Marriott, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2026).
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menegaskan bahwa NHM dirancang untuk memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem investasi syariah global. Selain itu, NHM juga menjadi wadah pengelolaan ekonomi syariah yang berorientasi pada kemaslahatan umat serta kontribusi nyata bagi perekonomian nasional.
“Investasi syariah bukan semata soal keuntungan finansial, tetapi tentang menjaga amanah, keberkahan, dan keberlanjutan,” ujar Gus Yahya dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, inisiatif pembentukan NHM merupakan bagian dari upaya NU menjembatani nilai-nilai Islam dengan kebutuhan pembangunan nasional dan dinamika ekonomi global. Menurutnya, ekosistem ekonomi syariah harus dibangun di atas prinsip keadilan, transparansi, serta kebermanfaatan sosial yang nyata.
Sementara itu, Managing Director Harvest Advisors sekaligus CEO NHM Andrew Tan menegaskan bahwa kolaborasi pembentukan NHM bertujuan mendorong Indonesia menjadi pusat investasi syariah yang kredibel dan kompetitif secara global.
“Nahdlatul Ulama Harvest Maslaha hadir sebagai jembatan antara modal global, sektor riil, dan nilai-nilai syariah yang berorientasi pada dampak sosial,” jelas Andrew.
Ia menambahkan bahwa investasi syariah tidak hanya menjadi peluang lokal, tetapi juga kekuatan ekonomi global yang terus berkembang. Andrew memperkirakan pada 2030, satu dari empat penduduk dunia akan beragama Islam. Sementara itu, Indonesia saat ini tercatat sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia.
Selain faktor tersebut, Andrew juga menyoroti bonus demografi nasional, di mana Generasi Z menyumbang sekitar 27,9 persen dari total populasi Indonesia. Kondisi ini dinilai menjadi basis demografis yang kuat bagi pertumbuhan pasar syariah.
“Dalam satu dekade terakhir, pasar dana Islam global tumbuh hingga 300 persen dengan total aset kelolaan sekitar 200 miliar dolar AS. Sementara industri layanan keuangan Islam global diproyeksikan mencapai 4,94 triliun dolar AS pada 2025,” katanya.
Diketahui, NHM dibangun melalui kemitraan antara PBNU dan Harvest Advisors. Platform ini akan beroperasi dengan sistem tata kelola ganda yang mengintegrasikan manajemen investasi internasional dengan prinsip-prinsip syariah PBNU, termasuk pengawasan oleh Dewan Pengawas Syariah Indonesia.
Pada kesempatan yang sama, PBNU juga meluncurkan Sharia Global Services sebagai pilar pendukung NHM. Layanan ini berfungsi memastikan tata kelola, kepatuhan syariah, sertifikasi halal, integritas ekosistem industri, serta pengembangan investasi syariah lintas sektor dan lintas negara.
