Peduli Kesehatan Penglihatan Guru Ngaji, LAZISNU-IROPIN Bagikan 1.000 Kacamata Gratis
NU Online · Ahad, 30 Agustus 2026 | 15:39 WIB
Ira Wahyu Wardhani
Kontributor
Jombang, NU Online
NU Care-Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) bekerja sama dengan Ikatan Profesi Optometris Indonesia (IROPIN) membagikan 1.000 kacamata gratis di Area Makam KH Usman Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Ahad (30/8/2026).
Program yang digelar dalam rangkaian Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) ini diperuntukkan bagi guru ngaji, guru TPQ, guru madrasah, serta peserta muktamar. Program tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan penglihatan mereka.
Direktur Eksekutif LAZISNU PBNU, Riri Khariroh, mengatakan para pendidik keagamaan menjadi salah satu sasaran utama program karena memiliki peran penting dalam mendidik generasi muda. Aktivitas membaca dan mengajar yang dilakukan setiap hari membutuhkan dukungan kondisi kesehatan penglihatan mereka.
“Mereka ini orang-orang yang setiap hari membaca, mengajar, dan mendidik anak-anak kita. Oleh karena itu, penglihatan mereka perlu mendapat perhatian khusus agar aktivitas mengajar dapat berjalan lebih nyaman dan maksimal,” ujarnya di lokasi kegiatan.
Riri menjelaskan, layanan tersebut terbuka bagi pendidik laki-laki maupun perempuan, baik peserta muktamar maupun masyarakat umum dari berbagai daerah. Antusiasme masyarakat yang tinggi membuat kuota pelayanan ditetapkan sebanyak 1.000 peserta.
“Peserta yang telah mendaftar secara daring terlebih dahulu menjalani verifikasi data di lokasi kegiatan. Selanjutnya, mereka mendapatkan kupon untuk mengikuti pemeriksaan mata oleh tenaga profesional dari IROPIN,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi penglihatan peserta, termasuk kebutuhan kacamata untuk gangguan minus, plus, maupun silinder. Setelah pemeriksaan, peserta dapat memilih bingkai kacamata sesuai kebutuhan dan kenyamanan masing-masing.
“Kacamata kemudian diproses berdasarkan hasil pemeriksaan dan akan dikirim langsung ke alamat peserta dalam kurun waktu sekitar satu bulan,” tuturnya.
Salah seorang penerima manfaat, Wiji Astutik, guru ngaji dari TPQ At-Taqwa Desa Sumberagung, Kecamatan Megaluh, menilai program tersebut sangat membantu para pengajar Al-Qur'an. Menurutnya, kebutuhan akan alat bantu penglihatan cukup tinggi, terutama bagi guru TPQ yang telah memasuki usia pralansia dan lansia.
“Program ini sangat bagus karena beberapa guru TPQ usianya sudah pra-lansia dan lansia, jadi kacamata ini memang sangat dibutuhkan,” tuturnya.
Ia berharap bantuan tersebut dapat menunjang kegiatan belajar-mengajar Al-Qur'an agar guru dapat membaca dan menyimak bacaan santri dengan lebih optimal.
“Harapan saya, kacamata ini dimanfaatkan dengan baik agar saat mengajar tidak ada lagi kesalahan membaca yang bisa membingungkan santri. Ini sangat membantu proses belajar-mengajar,” pungkasnya.
Terpopuler
1
Sidang Pleno Muktamar NU Sepakati Ketum PBNU Dipilih melalui AHWA
2
LPJ PBNU 2021–2026 Diterima Aklamasi, Gus Yahya Sampaikan Terima Kasih dan Minta Maaf
3
Dijual Setan Muktamar
4
Gus Yusuf Maju sebagai Caketum PBNU, Klaim Tak Langgar AD-ART NU
5
Khutbah Jumat: Mengambil Teladan dari Model Kepemimpinan Nabi
6
Khutbah Jumat: Ketika Manusia Merusak Alam, Saatnya Meneladani Rasulullah Saw
Terkini
Lihat Semua