Pemerintah Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu untuk Produksi BBM E20
NU Online · Kamis, 17 September 2026 | 15:30 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (16/9/2026). (Foto: tangkapan layar kanal Youtube Sekretariat Presiden)
Haekal Attar
Penulis
Jakarta, NU Online
Pemerintah melalui Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) tengah menyiapkan lahan sebesar 2 juta hektare lahan untuk ditanami tebu yang digunakan untuk memproduksi bahan bakar campuran etanol 20 persen atau E20. Ia menargetkan proyek pembukaan lahan tersebut akan rampung dalam 2 tahun mendatang.
Hal tersebut, kata Zulhas, menjadi pembahasan pokok dalam Rapat Terbatas (Ratas) yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (16/9/2026).
Ia menyebut, dua juta hektare lahan untuk BBM E20 itu akan ditempatkan di sejumlah wilayah, termasuk Jawa, Sumatra, Kalimantan, dan Papua.
“Ratas dipimpin Bapak Presiden langsung, kita membahas agar dua tahun mendatang kita sudah bisa produksi paling kurang E20. Oleh karena itu, tadi Mentan diminta menyiapkan rencana termasuk lahan dan seterusnya,” katanya dikutip NU Online dari tayangan Youtube Sekretariat Presiden.
Selain itu, Zulhas mengungkapkan bahwa pembangunan industri pengolahan etanol akan dilakukan oleh Danantara.
"Kemudian Danantara yang akan membangun industrinya, dalam dua tahun kita harus bekerja keras melihat perkembangan dulu yang sekarang. Kita harus mampu untuk menghasilkan E20, kira-kira itu intinya tadi," jelasnya.
Dalam 2 tahun, Zulhas mengatakan target itu nantinya minyak mentah (crude oil) yang digunakan di dalam negeri dapat dicampur dengan etanol hingga mencapai komposisi E20.
"Memang yang menjadi titik bottleneck adalah lahan. Tapi setelah dibahas tadi ada dari Kalimantan, ada dari Sumatra, ada dari Jawa, dan ada dari Papua,” katanya.
Ia menegaskan, kebutuhan etanol untuk E20 akan dipenuhi dari dalam negeri. Nantinya, pemerintah juga akan meningkatkan penggunaan etanol secara bertahap.
“E20 dalam negeri semuanya. Bertahap kita akan menuju E50, seperti B50. Tapi yang pertama ini E20, jangka panjang akan menuju E50,” ujar Menko Pangan,” katanya.
Terkait lahan, Zulkifli mengatakan pemerintah telah memetakan wilayah yang berpotensi untuk ditanami tebu. Pilihan tebu diambil karena jagung dan singkong dinilai memiliki tantangan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku etanol dalam jumlah besar.
“Lahan, lahan yang ada. Karena kan tebu itu tidak semua daerah cocok ya. Tadi sudah dihitung kalau jagung nggak mungkin, nggak masuk hitungannya. Ya kemudian singkong, singkong juga dihitung-hitung itu tidak mudah. Tidak mudah panennya dan seterusnya karena tidak bisa mekanisasi. Ketemu tebu,” pungkasnya.
Terpopuler
1
Cinta kepada NU: Lutut Soekarno dan Lutut Saya di Muktamar
2
Menkeu Suahasil: Keuangan Negara Harus Bisa Jalankan Program Prioritas Pemerintah
3
Prabowo Bicara Ketahanan di BRICS, Rakyat Indonesia Masih Menghirup Asap Karhutla
4
Menteri Agama Lantik Basnang Said Jadi Dirjen Pesantren Pertama
5
Keracunan MBG Berulang, P2G Minta Kepala BGN Mundur dan Program Dihentikan
6
Di KTT BRICS, Prabowo Dorong Global South Bersatu
Terkini
Lihat Semua